1.034 Petani di Kecamatan Balikbukit Daftar Program KPB

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lambar ditetapkan sebagai lokasi percontohan program Kartu Petani Berjaya (KPB)

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) M Danang Harisuseno, S.Ag, M.H mendampingi Kepala DTPH Ir. Rusdi mengungkapkan, tim dari pemerintah provinsi dan kabupaten telah melaksanakan sosialisasi program KPB.

Bacaan Lainnya

“Saat ini masih uji coba aplikasi KPB jadi belum diterapkan sepenuhnya, dan Kecamatan Balikbukit jadi percontohan di Kabupaten Lambar,” ungkap Danang, Kamis (19/8)  

Menurut dia, penunjukan Kecamatan Balikbukit sebagai salah satu lokus tambahan implementasi PKPB mempertimbangkan antara lain karena Kecamatan ini telah sukses dan mampu menjalankan e-billing system dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Serta Kondisi geografis, ketersediaan prasarana-sarana transportasi dan telekomunikasi relatif paling baik dibandingkan lokasi kecamatan lainnya. 

“Sejauh ini jumlah petani di Kecamatan Balikbukit yang telah mendaftar program KPB sebanyak 1.034 petani yang tersebar di 10 pekon dan dua kelurahan,” ujar dia.

Lebih jauh dia mengatakan, program KPB merupakan salah satu program Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia dalam membanguan kekuratan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah pedesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan.

“Pada program kartu tani berjaya itu, seluruh kebutuhan petani bisa diakomodir, seperti halnya akses perbankan, kebutuhan pupuk , informasi terkait beasiswa untuk anak petani dan lainnya,” bebernya.

Sedangkan manfaat PKPB bagi petani antara lain mendapatkan kepastian pupuk, benih, obat-obatan baik yang digunakan pada tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikana baik subsidi maupun non subsidi. 

Kemudian, mendapatkan kemudahan permodalan, mendapatkan dukungan asuransi usaha maupun asuransi lainnya, mendapatkan fasilitasi sosial program pemerintah maupun swasta (beasiswa anak petani dan bantuan sosial lainnya), serta mendapatkan kepastian pemasaran hasil panen dengan harga terbaik. (lus/mlo)


Pos terkait