10 Agustus, Seluruh SMP di Waykanan Mulai KBM Secara Tatap Muka

  • Whatsapp
Kepala Disdikbud Waykanan Usman Karim

Medialampung.co.id – Pemkab Waykanan melalui Dinas Pendidikan setempat tidak ingin berlaku ayal dalam rencana penerapan sekolah tatap muka di bumi ramik ragom, untuk itu semua sekolah diharuskan menerapkan protokol kesehatan dengan harapan tidak menimbulkan kasus baru Covid-19 dari dunia pendidikan.

“Sesuai dengan kesepakatan orang tua dan komite bahwa mulai tanggal 10 Agustus yang akan datang semua SMP di Waykanan akan memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka,” kata Kepala Disdikbud Waykanan Usman Karim.

Bacaan Lainnya



Untuk diketahui bahwa di Waykanan terdapat 87 sekolah SMP, yang sudah siap mengikuti sekolah tatap muka sebanyak 88% sedangkan 12% yang belum siap sekolah karena orang tuanya menolak sekolah tatap muka, dan bagi sekolah yang menolak atau bagi mereka yang tidak mengikuti sekolah tatap muka, mereka akan dilakukan pembelajaran secara daring.

Adapun protokol kesehatan yang harus dipatuhi bagi siswa saat masuk sekolah tatap muka adalah, harus pakai masker, jika tidak punya masker sekolah harus memberikan masker, cek suhu badan, cuci tangan pakai sabun sebelum masuk kelas, setelah itu duduk di bangku yang telah disediakan, tidak boleh ngobrol, pelajaran dimulai setelah selesai belajar siswa langsung pulang karena tidak ada jam istirahat.

Kalaupun ada dua shift, maka harus ada jeda setengah jam antara pulang dan masuk sekolah, untuk menghindarkan mereka saling ketemu dan ngobrol di pintu gerbang dan halaman sekolah.

Selain itu, kesiapan sekolah harus benar-benar sesuatu dengan SOP masing-masing sekolah seperti harus menyediakan masker bagi siswa yang tidak punya masker, tempat cuci tangan, jaga jarak, satu lokal hanya 18 siswa dengan jarak bangku yang sudah ditentukan sesuai dengan protokol kesehatan.

Sedangkan untuk sekolah dasar (SD) masuk sekolah tatap muka mulai tanggal 7 September dan untuk Pendidikan anak usia dini (PAUD) masuk sekolah tatap muka tanggal 2 November 2020.

“Saya berharap, semangat anak-anak untuk sekolah bertatap muka ini harus diiringi dengan semangat menerapkan protokol kesehatan, dengan demikian kesehatan dan keselamatan anak-anak kita dapat terjamin,” ujar Usman Karim.(wk1/mlo)



Pos terkait