10 Pekon di Pagardewa Selesai Salurkan BLT-DD Gelombang III 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sepuluh pekon di Kecamatan Pagardewa, Kabupaten Lampung Barat total telah melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Gelombang III. 

Selasa (8/12), pekon yang terpantau oleh media ini melaksanakan Pekon Batuapi dan Basungan. Dalam penyaluran tersebut tim kecamatan terbagi ke tiap-tiap pekon yang dipimpin langsung Camat M. Yones, S.Stp, M,H., 

Bacaan Lainnya


Dalam sambutannya Yones meminta agar bantuan digunakan sebaik mungkin sebagaimana sasarannya yakni untuk dibelikan kebutuhan rumah yakni sembako. 

“Bantuan ini disalurkan pemerintah dan sekarang sudah realisasi gelombang ke III periode Oktober, November dan Desember, tentunya sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat selama pandemi Covid-19, atas dasar itu saya berpesan agar dana tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan, apalagi saat ini memasuki musim paceklik, agar mulai menyiapkan stok pangan,” imbaunya.

Selain itu pihaknya juga mengajak terus meningkatkan upaya ketahanan pangan yang memang sudah digerakkan, bukan saja untuk mendukung program Kabupaten Lambar Pangan Mandiri (PM).

Melainkan dengan begitu ketersediaan pangan masyarakat lebih siap dengan memanfaatkan lahan yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Alhamdulilah Kabupaten Lambar dikaruniai lahan yang luas dan subur, oleh sebab itu mulai sekarang kita manfaatkan lahan tersebut untuk kita tanam ragam pangan sebagai upaya ketersediaan pangan,” ajaknya.

Dan terakhir pihaknya memesankan hingga saat ini Virus Corona masih terjadi, sehingga semua masyarakat tak terkecuali, diajak untuk terus mentaati protokol kesehatan (prokes) seperti penggunaan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak (3M).

Seperti dari pantauan di Pekon Batuapi, pada penyaluran BLT-DD gelombang III setempat mayoritas penerima adalah kaum dhuafa dengan total keseluruhan 15 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kegiatan dilaksanakan di balai pekon.

Begitu juga di Pekon Basungan jumlah penerimas sebanyak 19 KPM, memang mengalami penurunan drastis dari peserta di gelombang I dan II, hal itu didasari faktor musim kopi dan keterbatasan keuangan pekon yang diambil dari Anggaran Dana Desa (ADD).(r1n/mlo)




Pos terkait