10 Perawat Pekon di Belalau Terima SK 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebanyak 10 orang petugas perawat  menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai perawat pekon untuk 10 pekon di Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, Jumat (7/5).

SK pengangkatan tersebut diserahkan oleh Camat Belalau Drs Akmal Hakim bersama Kepala UPT Puskesmas Kenali Romaita, S.St, di aula kantor kecamatan setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Drs. Akmal Hakim program satu perawat satu pekon merupakan salah satu program prioritas dalam visi dan misi pemerintah daerah untuk peningkatan pelayanan kesehatan yang dihadirkan kepada masyarakat di setiap pekon. 

“Karenanya harus kita sambut dengan rasa bangga karena kehadiran perawat pekon ini menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk memperhatikan kesehatan masyarakat, semoga program ini sukses dan menjadi salah satu solusi peningkatan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada para petugas perawat agar segera melaksanakan tugas dan berkoordinasi ke masing–masing peratin dan perangkat pekon. “Segera bangun koordinasi untuk membahas permasalahan kesehatan yang ada di masing-masing wilayah kerja, dan berikan pengabdian terbaik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Kenali Romaita, S.St, menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah daerah terutama Bupati Lambar atas program yang diluncurkan, menurutnya, kedepan kehadiran para perawat pekon tersebut akan sangat mendukung upaya puskesmas untuk pencapaian target standar pelayanan minimal (SPM) dan program prioritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Adanya program ini juga dapat mendekatkan pelayanan bagi masyarakat, sebab perawat pekon merupakan jaringan puskesmas yang sama dengan puskesmas pembantu dan  bidan desa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada individu keluarga di masyarakat,” jelasnya. 

Dirinya berpesan kepada para nakes tersebut agar memberikan pengabdian yang terbaik dengan tetap mengutamakan upaya promotif atau peningkatan kesehatan, preventif (pencegahan penyakit) namun tidak mengesampingkan upaya kuratif (pengobatan).(edi/mlo)




Pos terkait