100 Hektare Tanaman Jagung Terancam Gagal Panen

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Sekitar 100 hektare areal lahan tanaman jagung di Kecamatan Ngambur, Ngaras dan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) terancam gagal panen akibat serangan hama ulat grayak (Spodoptera Frugiperda).

Kabid Tanaman Pangan, Gunawan, S.P., mendampingi Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pesbar, Ir. M. Aziz, mengatakan kini di wilayah Pesbar masih  marak serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung.

Bacaan Lainnya



“Sampai sekarang totalnya sudah ada sekitar 100 hektare areal lahan tanaman jagung di tiga Kecamatan itu yang diserang ulat grayak, ini bisa terancam gagal panen,” katanya, Selasa (7/1).

Sementara ini, kata dia, petani yang tanaman jagungnya diserang hama ulat grayak masih terus melakukan penyemprotan menggunakan insektisida untuk mencegah agar serangan hama ulat grayak tidak merambat ke tanaman jagung lainnya. Dirinya berharap tanaman jagung yang diserang ulat grayak itu  kembali tumbuh daun baru sehingga dapat mengantisipasi terjadinya gagal panen.

“Tahun 2019 lalu serangan ulat grayak terhadap tanaman jagung juga terjadi di Pesbar dan menyebabkan sedikitnya 20 hektare lahan tanam jagung gagal panen,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya berharap agar pada serangan ulat grayak di awal 2020 itu dapat dimaksimalkan penanganannya sehingga tidak menyebabkan gagal panen. Serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung itu salah satunya disebabkan karena perubahan kondisi cuaca dan iklim di Pesbar.

“Saat ini kita masih terus memantau di lapangan dan minta petani untuk melakukan pengamatan secara rutin terhadap tanaman jagungnya,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Distan Pesbar juga akan berkoordinasi dengan Distan Provinsi Lampung agar ada bantuan obat untuk penanganan ulat grayak pada tanaman jagung itu. Mengingat stok obat insektisida di Pesbar sangat minim. Terlebih ditahun 2020 tidak ada anggaran untuk bantuan insektisida dan obat penanganan hama serta penyakit pada tanaman pangan.

“Kita akan terus berupaya untuk menangani serangan ulat grayak itu, mudah-mudahan tidak merambah pada tanaman jagung didaerah lain dipesbar ini,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait