11 Kecamatan di Pesbar Rawan Politik Uang

  • Whatsapp
Ketua Bawaslu Pesbar, Irwansyah

Medialampung.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) telah memetakan di 11 Kecamatan se-Kabupaten setempat sangat berpotensi terjadi politik uang (money politik). Terutama, pada masa tenang menjelang hari pemungutan suara di Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang dipastikan rentan terjadi tindakan politik uang.

Ketua Bawaslu Pesbar, Irwansyah, mengatakan berdasarkan pemetaan dan  Indeks Kerawanan Pemilu (IKP), khususnya terkait politik uang di Pilkada 2020, tentu di Pesbar sangat berpotensi. Hal itu berdasarkan pemetaan yang ada, karena itu wilayah yang rentan politik uang bukan hanya terjadi di beberapa titik, tapi di 11 Kecamatan di kabupaten setempat.

Bacaan Lainnya


“Biasanya yang sangat rentan terjadi itu di masa tenang, karena itu sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadi money politik itu, kita dari Bawaslu akan melakukan patroli pengawasan di semua Kecamatan,” katanya, Rabu (2/12).

Dijelaskannya, tindakan politik uang yang terjadi pada Pilkada 2020 itu harus dicegah dan diantisipasi sedini mungkin. Mengingat tindakan politik uang itu juga ada sanksinya baik bagi penerima maupun pemberi. Sehingga Bawaslu Pesbar minta kepada semua jajaran pengawas di tingkat Kecamatan, Pekon hingga TPS sekalipun agar mengantisipasi terjadinya politik uang dimaksud.

“Kita juga minta dan mengimbau masyarakat untuk menolak segala bentuk politik uang, dan apabila mengetahui agar melapor ke Bawaslu Pesbar,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Bawaslu Koordinator Divisi Pencegahan, hubungan masyarakat dan hubungan antar lembaga, Heri Kiswanto, mengaku potensi money politik pada Pilkada di Kabupaten Pesbar rentan terjadi serta itu sangat massif.

“Hal itu berdasarkan pengalaman dalam pengawasan di Pilkada dan Pemilu sebelumnya, sehingga untuk mengantisipasinya kami akan memaksimalkan patroli hingga malam hari di masa tenang menjelang hari H pemungutan suara nanti,” tandasnya. (yan/d1n/mlo)




Pos terkait