12 Sekolah di Pesbar Jadi Percontohan PSP

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) bekerjasama dengan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP PAUD) Provinsi Lampung, menggelar sosialisasi terhadap forum pemangku kepentingan dalam Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan pertama di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) yang dipusatkan di SMPN 2 Krui, Selasa (23/11).

Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan dari LPMP Lampung, Warsita, Kasubbag TU BP PAUD Provinsi Lampung, Iswandi, Kabid Dikdas, PAUD, dan PNFI pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesbar, Erik Putra AR, S.Pd, serta kepala sekolah dari 12 sekolah yang menjadi sekolah penggerak angkatan pertama se-Kabupaten setempat, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Bacaan Lainnya

Kasubbag TU BP PAUD Provinsi Lampung, Iswandi, mengatakan, program sekolah penggerak di Kabupaten Pesbar merupakan kali pertama dilaksanakan. Program sekolah penggerak itu merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Untuk di Provinsi Lampung salah satunya di Kabupaten Pesbar yang akan menjadi pilot projet program sekolah penggerak tersebut

“Program ini bertujuan bagaimana bersama-sama kita mempunyai tanggungjawab untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan itu sendiri,” katanya.

Dikatakannya, dengan kolaborasi bersama baik dengan tokoh pendidikan, masyarakat dan dinas terkait. Maka, dengan adanya model program sekolah penggerak dari Kementerian ini diharapkan bisa lebih meningkatkan mutu pendidikan, terlebih di Provinsi Lampung ini dalam pengembangan mutu pendidikan itu ada dua yakni segi formal dan non formal.

“Mudah-mudahan dengan adanya sekolah penggerak ini bisa menyentuh program pendidikan, seperti di Kabupaten Pesbar ini yang memang baru pertama dilaksanakan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan dari LPMP Lampung, Warsita, mengatakan bahwa program sekolah penggerak ini merupakan salah satu bagian dari program merdeka belajar. Terlebih, dalam program merdeka belajar tersebut bukan hanya sekolah penggerak saja, namun juga Program Organisasi Penggerak (POP) dan lainnya. Dimana program itu juga untuk sinergitas antara kepentingan Pemerintah Pusat dan Daerah. Kepentingan daerah sudah menandatangani komitmen untuk pendidikan yang lebih maju.

“Salah satunya diselenggarakannya sosialisasi forum pemangku kepentingan ini untuk program sekolah penggerak. Bahkan, dalam mendukung program sekolah penggerak ini, Pemerintah Pusat juga telah mendukung berbagai kegiatan, baik adanya tambahan Bantuan Operasional (BOS) Kinerja, maupun pendukung lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, tambahnya, diharapkan dengan adanya program sekolah penggerak di Kabupaten Pesbar ini dapat meningkatkan level mutu pendidikan yang lebih baik lagi untuk mencapai standar Nasional yang disepakati. Minimal, program sekolah penggerak ini minimal akan berlaku untuk setiap Kabupaten/Kota. tetapi skala prioritasnya juga harus diutamakan terlebih dahulu berdasarkan capaian-capaian tertentu. Seperti wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) akreditasi C, dan lainnya itu yang diprioritaskan.

“Untuk di Lampung pada tahap pertama program sekolah penggerak ini ada tiga Kabupaten/Kota yang jadi pilot project yakni Pesbar, Lampung Tengah, dan Metro. Selanjutnya pada tahap kedua atau semester dua nanti rencananya akan akan ada tambahan yakni Kabupaten Way Kanan, Pringsewu, Lampung Selatan, dan Tulang Bawang,” katanya.

Terpisah, Kabid Dikdas, PAUD, dan PNFI, Erik Putra AR, mengatakan bahwa pada tahap pertama ini di Kabupaten Pesbar yang menjadi pilot project dalam program sekolah penggerak tersebut sebanyak 12 sekolah penggerak yakni tingkat TK, SMP, dan SMA masing-masing ada dua sekolah, dan SD sebanyak enam sekolah.

“Mudah-mudahan pelaksanaan program sekolah penggerak di Kabupaten Pesbar ini berjalan maksimal,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Pos terkait