13 Pasien Positif Covid-19 Berasal dari 5 Kabupaten/Kota

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Juru bicara posko satuan tugas penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, dr. Reihana menjelaskan terkait dengan penambahan 13 kasus positif Covid-19 di Lampung.

13 kasus tersebut berasal dari Kota Bandarlampung lima orang, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) tiga orang, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) tiga orang, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) dan Lampung Selatan (Lamsel) masing-masing satu orang. 

Bacaan Lainnya



“Tiga orang dari kasus tersebut merupakan hasil tracing dan 10 kasus baru. Dimana delapan menjalani isolasi mandiri dan lima dirawat,” jelas Reihana.

Rinciannya, pasien nomor 716 laki-laki 59 tahun dari Lampung Tengah merupakan kasus baru. Pada 14 September 2020 mengeluh batuk, mual dan pusing kemudian pada tanggal 15 September dilakukan rapid test dengan hasil reaktif kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan swab juga dengan hasil reaktif kondisi saat ini menjalani isolasi di rumah sakit Demang Sepulau Raya

Selanjutnya pasien 717 laki-laki 24 tahun dari Lampung Tengah juga merupakan kasus baru pelaku perjalanan dari Jakarta tanggal 15 September 2020 dilakukan pemeriksaan rapid test di Jakarta dengan hasil reaktif tanggal 16 September 2020 melakukan pemeriksaan swab dengan hasil positif. Kondisi tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri.

Pasien  nomor 718 laki-laki usia 30 tahun alamat Lampung Tengah juga merupakan kasus baru.

“Pada tanggal 4 sampai 12 September 2020 melakukan perjalanan dari Kalirejo Lampung Tengah ke Sumberejo Lampung Timur dan Bandarlampung tanggal 17 dilakukan pemeriksaan  rapid test di kantor atas instruksi pimpinan dengan hasil reaktif, kondisi tanpa gejala dan menjalani isolasi mandiri,” tambahnya.

Pasien 719 perempuan 73 tahun dari Kabupaten Lampung Selatan merupakan kasus baru tanggal 12 September 2020 pasien merasakan gejala batuk dan mual tanggal 13 September 2020 berobat pada salah satu rumah sakit swasta di Lampung Selatan diagnosa typhoid tanggal 14 September 2020. 

Dikarenakan gejala batuk tidak kunjung berkurang, maka dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif selama pemeriksaan Sueb pada tanggal 19 nyatakan reaktif.

Merupakan perilaku perjalanan ke luar daerah pada tanggal 2 Agustus 2020 bersangkutan baru tiba dari Tangerang.

Kondisi bergejala dan dilakukan dilakukan isolasi di salah satu rumah sakit swasta di Lampung Selatan

Pasien nomor 720, 721, 722 alamat Kabupaten Tulangbawang merupakan hasil terasing dari pasien 694.

Kondisi tidak bergejala dan melakukan isolasi di rumah sakit daerah Kabupaten Tulang Bawang.

Selanjutnya, pasien 723 laki-laki 58 tahun alamat Kabupaten Pesisir Barat merupakan kasus baru tidak ada riwayat perjalanan hanya menghadiri pesta ta ta di salah satu gedung di Bandarlampung. Kondisi tidak bergejala dan melakukan isolasi mandiri.

Pasien 724 laki-laki 51 tahun alamat Bandarlampung, kondisi tidak bergejala dan juga menjalani isolasi mandiri. Pasien 725 perempuan 33 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru. Pasien tidak bergejala dan menjalani seleksi mandiri.

Bastian nomor 726 perempuan 62 tahun alamat Bandarlampung, riwayat pernah kontak dengan presiden nomor 709 dan 710, kondisi tidak bergejala dan isolasi mandiri di rumah.

Pasien 727 perempuan  57 tahun dari Bandarlampung merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta. Kondisi menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Satu pasien meninggal dunia dari Kota Metro yaitu pasien 688 riwayat 17 september 2020 pukul 10.30 WIB berobat ke rumah sakit pemerintah dengan keluhan sesak seminggu lalu. 

Kemudian batuk sejak tiga hari yang lalu demam dua hari. Diagnosa fenomania bilateral dengan komorbid asma dan dan hipertensi.

“Dilakukan swab dengan hasil positif tanggal 18 September 2020 pukul jam 7.45 WIB terjadi perburukan dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.51 WIB. pemulasaran jenazah dilakukan secara Covid-19,” tutupnya. (ded/mlo)



Pos terkait