14.505 Kambing Berhasil Dijual ke Luar Lambar

  • Whatsapp
Kabid Peternakan Disbunnak Lambar Alma'Arif

Medialampung.co.id – Kabupaten Lambar merupakan daerah penghasil ternak kambing. Bahkan, jumlah ternak kambing yang dijual ke luar daerah (dalam provinsi dan luar provinsi) selama tahun 2019 mencapai 14.505 ekor.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas di pos lintas ternak selama tahun 2019, peternak di Kabupaten Lambar berhasil menjual ternak kambing ke luar daerah mencapai 14.505 ekor, rinciannya melalui pos lintas ternak Kecamatan Sumberjaya sebanyak 14.473 ekor dan melalui pos lintas ternak Kecamatan Sukau 32 ekor,” ungkap Kabid Peternakan Alma Arif mendampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Agustanto Basmar.

Bacaan Lainnya



Dipaparkannya, sebanyak  14.505 ekor ternak kambing yang dijual itu, rinciannya sebanyak 14.230 ekor dijual ke dalam provinsi, seperti halnya Kabupaten Lampung Tengah dan daerah lainnya serta 275 ekor yang dijual ke luar provinsi seperti halnya Provinsi Sumatera Selatan. “Ternak kambing tersebut antara lain berasal dari Kecamatan Air Hitam, Kecamatan Waytenong dan Kecamatan Sekincau,” imbuhnya.

Masih kata dia, pada pos lintas ternak Sumberjaya dan Kecamatan Sukau itu petugas memiliki kewajiban untuk mendata dan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan setiap ternak yang dibawa keluar daerah  maupun ternak yang datang dari luar masuk ke Lambar serta ternak yang sifatnya hanya melintas saja. “Untuk ternak yang dibawa keluar selain diperiksa kesehatanya juga dicatat termasuk daerah yang dituju. Untuk Lambar sendiri ada dua pos lintas ternak yaitu satu pos yang berada di derah Pinusan Sumberjaya dan satu pos lagi di perbatasan Kabupaten Lambar dan Provinsi Sumatera Selatan tepatnya di Kecamatan Sukau,” ucapnya

Lanjut dia, jumlah ternak kambing yang dibawa keluar daerah umumnya melalui pos lintas ternak di daerah perbatasan Sumberjaya. Jumlah ternak yang keluar ke Kabupaten Lambar diperkirakan masih lebih, sebab kemungkinan juga ada ternak yang dibawa keluar daerah lainya seperti ke arah Krui dan lintas lainnya yang tidak terpantau karena tidak ada pos lintas ternaknya, “Ada juga ternak kambing yang masuk ke Lambar  namun jumlahnya hanya 85 ekor saja,” katanya

Seraya menambahkan tujuan dari operasional pengawasan lalu lintas ternak adalah mencegah penyebaran penyakit hewan menular, terdatanya jumlah dan jenis komoditas ternak yang disuplai (masuk, keluar dan lewat) dari/ke Kabupaten Lambar, serta mengetahui surat kelengkapan ternak yang masuk atau keluar dari Kabupaten Lambar. “Setiap hari petugas standby di pos lintas ternak,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait