14 Januari, Vaksinasi Covid-19 Perdana di Lampung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebanyak 20 orang pejabat dan tokoh lintas agama di Provinsi Lampung akan menjalani vaksinasi Covid-19 untuk pertama kalinya pada Kamis (14/1).

“Iya ada beberapa pejabat dan tokoh agama di Provinsi Lampung yang akan menjalani vaksinasi untuk pertama kalinya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Lampung, Dr.dr. Hj. Reihana, M.Kes.

Bacaan Lainnya


Berdasarkan hasil data yang dihimpun oleh medialampung.co.id beberapa pajabat dan tokoh agama tersebut yakni Wakil Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Kepala Kepolisian Daerah Lampung, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Ketua Komisi  V  DPRD Provinsi Lampung, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung dan beberapa pejabat serta tokoh agama lainnya.

Salah satu calon penerima vaksinasi perdana Covid-19 tersebut yaitu Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Yanuar Irawan saat mintai keterangan terkait kesiapan untuk menjalani vaksin perdana tersebut mengatakan tidak ada kesiapan khusus hanya lebih menjaga kondisi badan.

“Nggak ada persiapan khusus. Ya tinggal jaga kondisi badan aja,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung  Mingrum Gumay melalui telepon. Ia mengatakan pada prinsipnya siap, memang seharusnya mengutamakan para medis, Dokter  dan tenaga pendidik. Tetapi sebagai pemimpin memberikan contoh kepada masyarakat karena ada yang alergi dan ragu-ragu maka kita akan memberikan contoh.

“Pada prinsipnya saya siap. Memang seharusnya mengutamakan para medis, dokter dan para guru-guru. Tetapi kita juga memberikan contoh kepada publik dan masyarakat yang alergi dan ragu-ragu maka sebagai pemimpin rakyat kita memberikan contoh,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwasanya vaksin tersebut sudah Standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan juga majelis ulama Indonesia (MUI). 

“Jadi kita memberikan contoh Kepada publik bahwasanya apa yang Kita lakukan merupakan standar medis yang sudah memenuhi semua prosedur Kesehatan dan Secara keagamaan,” tutupnya. (ded/mlo)




Pos terkait