158 Warga Pekon Sindangpagar, Dapatkan BLT-DD Tahap II

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Giliran Pekon Sindangpagar Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Periode Mei (Tahap II).

Rasa senang terlihat di raut muka warga saat menerima bantuan uang Rp600 ribu yang diserahkan secara simbolis tersebut. Hal itu tentunya karena bantuan yang digulirkan pekon menggunakan ADD manfaatnya sangat dirasakan warga menunggu tibanya musim kopi. 

Bacaan Lainnya



Pembagian Kamis (18/6) itu dihadiri seluruh unsur pemerintahan pekon dan LHP, juga hadir petugas babinsa, babinkamtibmas dan pendamping lokal desa.  

Dalam sambutannya, Peratin Supani menyebutkan di Pekon itu terdata warga terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dan masuk kategori sebagai penerima BLT-DD, yang belum menerima bantuan dari pemerintah dalam wujud lain sebanyak 158 orang penerima manfaat. 

Disebutnya pada penyaluran kedua BLT-DD itu diambil dari DD Tahap II sebesar 15 persen, sebagaimana anjuran pemerintah.

“Untuk ADD tahap ke II, pencairannya didahulukan untuk BLT-DD sehingga setelah penyaluran ini selesai baru masuk pencairan  berikutnya yang dimanfaatkan untuk program yang telah masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Pekon (APBP),” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Supani mengimbau warga dalam pemanfaatan uang bantuan agar digunakan sesuai peruntukannya yakni pembelian Sembako atau kebutuhan mendasar rumah tangga.

“Bantuan ini disalurkan pemerintah untuk meringankan kondisi yang terjadi akibat virus corona, jadi diharapkan jangan salah guna,” pintanya. 

Terpisah, Camat Sumberjaya Agus Supriatna, S.P., menyebutkan bantuan yang disalurkan dari DD tersebut, peruntukannya masih sama dengan yang disalurkan sebelumnya, yakni untuk membeli kebutuhan rumah tangga sembako.

“Walaupun saat ini telah diterapkan New Normal. Namun kita masih harus menjalankan berbagai protokol yang ditetapkan pemerintah. Artinya sebaik mungkin uang bantuan yang disalurkan dimanfaatkan untuk kebutuhan yang mendesak, karena kita belum tau pasti seperti apa hari esok,” ajaknya.

Lanjutnya, jangan sampai juga penerapan New Normal sekarang ini menjadi kebablasan karena masyarakat tidak mengindahkan apa yang dianjurkan pemerintah. (rin/mlo)



Pos terkait