17 Tahun Tak Kirim Kabar, PMI Diinformasikan Meninggal

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) a.n. Duwi Permatasari (37) asal Dusun I, Kampung Banjarkertarahayu, Kecamatan Waypengubuan, Lampung Tengah, dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi, (18/8).

Informasi ini diterima Kapolsek Waypengubuan Iptu M. Ali Mansyur dari Konsulat Jenderal KBRI di Arab Saudi, Minggu (29/8) sekitar pukul 15.30 WIB.

Bacaan Lainnya

“Saya terima informasi dari Konsulat Jenderal KBRI di Arab Saudi, ada warga Kampung Banjarkertarahayu yang menjadi PMI meninggal dunia karena sakit. Saya bersama Bhabinkamtibmas Kampung Banjarkertarahayu Aipda Junerdi Afriansyah langsung mencari informasi keberadaan keluarganya. Namun tak ada mengetahui dan mengenalnya,” kata M. Ali Mansyur.

Pada Senin (30/8) sekitar pukul 13.00 WIB, kata M. Ali Mansyur, Pj. Kakam Banjarkertarahayu Dewi Alyani mengumumkan kepada aparatur kampung. “Pada pukul 15.45 WIB, pihak keluarga almarhumah ditemukan di Dusun I, Kampung Banjarkertarahayu. Almarhumah memiliki tiga saudara kandung dan kedua orang tuanya telah meninggal pada 2011,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata M. Ali Mansyur, almarhumah selama bekerja di luar negeri tak memberikan kabar hingga dikabarkan meninggal dunia. “Almarhumah sudah 17 tahun tidak ada kabar beritanya dan tak pernah berkirim uang. Selama ini pihak keluarga sudah menganggap almarhumah hilang,” ungkapnya.

Dari pihak keluarga, kata M. Ali Mansyur, sudah musyawarah jenazah almarhumah tidak perlu dipulangkan ke Indonesia. “Pihak keluarga sudah konsultasi dan sepakat jenazah almarhumah dimakamkan di Arab Saudi,” katanya.

Dengan peristiwa ini, M. Ali Mansyur mengimbau warga yang hendak menjadi PMI agar secara legal. “Kita imbau kepada masyarakat yang akan menjadi PMI agar lewat jalur resmi. Benar-benar menggunakan dokumen, paspor, KTP, nama, dan umur yang asli sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mudah dalam kepengurusan pengembaliannya,” imbaunya.

Pj. Kakam Banjarkertarahayu Dewi Alyani juga membenarkan warganya yang meninggal di Arab Saudi. “Iya, meninggal karena sakit. Ada surat keterangan dari rumah sakit di sana. Sakit bawaan. Pihak keluarga juga sepakat almarhumah dimakamkan di Arab Saudi. Kalau menunggu dipulangkan ke Indonesia cukup lama sebulanan. Pihak keluarga sudah ikhlas atas kepergian almarhumah. Persetujuan pihak keluarga juga sudah dibuat,” katanya. (sya/mlo)


Pos terkait