196 Keluarga Penerima PKH di Kecamatan Sukau Mundur Massal

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebanyak 196 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)  di Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat mundur secara massal.

Menariknya, graduasi mandiri secara massal ini dilakukan secara sukarela lantaran para KPM sudah merasa mampu secara ekonomi sehingga merasa sudah tak layak menerima program yang digagas oleh kementerian sosial (Kemensos) RI tersebut.

Bacaan Lainnya

Pengunduran diri (Graduasi) masal ini dilaksanakan di gedung posyandu Raflesia Pekon Buaynyerupa, Kecamatan Sukau Senin (13/9), dan disaksikan oleh Camat Sukau Hadi Sutanto S,Kom, M.Si, Ketua DPK Apdesi Sukau Ahmad Naser, Koordinator kecamatan (Korcam) Sukau Aryanti serta para pendamping PKH.  

Camat Sukau Hadi Sutanto dalam sambutannya mengapresiasi para KPM atas kesadarannya mengundurkan diri dari kepesertaan PKH yang secara totalnya jumlahnya mencapai 196 KPM. Menurutnya  Ini menunjukkan bahwa PKH yang dilakukan selama ini memberikan manfaat yang nyata dalam rangka pengentasan kemiskinan.

“Kami acungi jempol dan berikan penghormatan kepada masyarakat yang menyatakan mundur dari PKH. Dengan rasa syukur mereka menyatakan hari ini saya sudah mampu sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini sikap yang benar-benar patut di banggakan dari masyarakat Kecamatan Sukau,” ungkap Hadi  

Menurutnya, kesadaran merupakan suatu yang penting untuk mensukseskan program bantuan dari pemerintah. Masyarakat yang merasa sudah mampu dan berani menolak bantuan, adalah pribadi dari individu yang patut dicontoh.

“Karena dengan begitu, maka setiap bantuan dari pemerintah menjadi tepat sasaran, dan upaya pengentasan kemiskinan juga akan lebih cepat. Kita mengharapkan sikap yang baik ini mendapat berkah dan hikmah dari allah SWT sehingga kedepan membawa kesejahteraan,” harapnya.

Di lain sisi, Korcam PKH Sukau Aryanti menambahkan bahwa 196 KPM PKH yang mundur secara sukarela tersebut berasal dari enam pekon yakni 160 KPM berasal dari Pekon Buaynyerupa, 7 KPM 2. Dari Pekon Tanjungraya, 8 KPM dari Pekon Sukamulya 9 KPM dari Pekon Bandarbaru, 9 KPM dari pekon Tebapering Raya serta 3 KPM dari Pekon Jagaraga.

“Alhamdulillah kami bersyukur karena bisa mendampingi para KPM yang memiliki rasa syukur dan empati yang tinggi sehingga mereka dengan sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan PKH. Dengan ini mereka memberikan kesempatan bagi tetangga, saudara di lingkungannya yang kondisi ekonomi belum tertata dengan baik untuk bisa ikut merasakan menjadi KPM penerima bansos karena masih banyak keluarga yang seharusnya layak mendapat bansos tapi belum tersentuh bansos,” ungkapnya.

Sebab, ia menilai definisi kaya atau mapan setiap individu berbeda-berbeda  tergantung dengan rasa syukur dari setiap orang. Menurutnya, ada individu yang sudah dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari namun sudah merasa mapan, tanpa harus ada embel- embel rumah mewah, kendaraan serta sawah atau kebun.

“Disisi lain, ada yang sudah memiliki segalanya tapi masih mengharapkan bantuan dari pemerintah, disitulah letak perbedaan dari setiap individu. Sehingga kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dari para peserta PKH yang graduasi mandiri ini, mereka sadar bahwa diluar sana masih banyak masyarakat yang lebih layak dan membutuhkan bantuan,” tandasnya.(edi/mlo)


Pos terkait