oleh

Balitbang Kaji Rencana Pendirian Sekolah Vokasi di Lambar

Medialampung.co.id – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) saat ini sedang melakukan kajian terkait pendirian sekolah vokasi.  Hal itu guna menindaklanjuti adanya kerjasama Pemkab Lambar  dengan Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Lampung (Polinela) tentang pembentukan Politeknik Pertanian di Kabupaten Lambar.

“Saat ini kita (Balitbang) bekerjasama dengan Polinela sedang melakukan pengkajian terkait pendirian sekolah vokasi. Nantinya sekolah vokasi ini akan disesuaikan berdasarkan potensi yang ada di daerah, seperti halnya di Kabupaten Lambar untuk perkebunan komoditi kopi,” ujar Kepala Balitbang Tri Umaryani, S.P, M.Si, Selasa (5/11)

Dijelaskannya, sekolah vokasi/pendidikan vokasi merupakan salah satu jenis pendidikan. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan. Jadi, pada dasarnya pendidikan vokasi merupakan nama lain dari program diploma yang sudah lama dikenal.

“Dengan didirikannya sekolah vokasi ini, kita berharap kedepan akan mencetak generasi muda penerus bangsa yang handal dan memiliki keahlian serta dapat mengembangkan potensi daerah, dimana kopi merupakan salah satu penggerak perekonomian warga Lambar,” ungkap dia.

Lanjut dia, Kabupaten Lambar merupakan daerah yang mayoritas penduduknya adalah bermata pencaharian sebagai petani, serta didukung dengan luas lahan yang memadai. Salah satunya atas dasar itu, Pemkab berencana akan membentuk perguruan tinggi Politeknik Pertanian Lampung Barat. “Pihak Polinela siap membantu, memfasilitasi serta bekerjasama baik dengan Pemkab Lambar maupun siswa-siswi Lambar yang ingin kuliah di Polinela, dan penyuluh pertanian untuk peningkatan SDM serta komoditas tanaman hortikultura dan perkebunan dalam rangka peningkatan pendapatan petani dan masyarakat,” ujar dia.

Seraya menambahkan, semoga saja pembentukan sekolah vokasi nantinya bisa terwujud sehingga siswa-siswi yang ada di daerah ini tidak perlu jauh-jauh untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi ke luar daerah. (lus/mlo)

Komentar

Baca Juga