oleh

Disdikbud Gelar Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Guru

Medialampung.co.id – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan guru dan mempermudah pembelajaran di sekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lambar menggelar pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran guru di Aula Kenghatun BPKD, Kamis (7/11).

Dalam sambutannya, Kabid Pembinaan Ketenagaan Tati Sulastri, S.Sos  mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulki Basri, S.Pd, M.M., mengungkapkan, pendidikan adalah usaha sadar yang terencana dan sistematis yang dirancang untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Salah satu usaha yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lambar  adalah menyelenggarakan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran guru karena seorang pendidik, guru pastinya sudah sangat ahli dalam membuat rencana pelaksanaan perangkat pembelajaran. Guru pasti sudah mengenal dokumen yang berisi  gambaran umum kurikulum sekolah, serta dokumen-dokumen, seperti yang berisi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),  rencana pelaksanaan pembelajaran, tetapi guru perlu menambah unsur-unsur penting berupa penguatan-penguatan dalam RPP. Misalnya, karakter dan pembelajaran abad 21 untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Menurut Tati, tugas seorang guru sangatlah berat. Hal itu dikarenakan guru harus merencanakan dan mendesain kegiatan pembelajaran dengan tujuan mencerdaskan peserta didik,  sekaligus mengubah perilaku mereka lebih baik. Penguatan-penguatan yang diberikan tidak hanya teknologi semata namun perlu sentuhan sosial kejiwaan dan disinilah betapa pentingnya peran guru. Pembelajaran yang hanya melalui teknologi akan melahirkan perilaku kekerasan pada prilaku peserta didik.

Berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran guru, dirinya berharap di setiap kecamatan/sekolah untuk menyelenggarakan workshop penyusunan perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP. “Terlebih lagi, bagi para guru yang telah mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) jangan sampai karena TPG terlambat turun atau belum cair, kualitas RPP juga turun.  Guru yang telah mendapatkan TPG adalah guru yang profesional yang seharusnya kualitasnya melebihi guru yang lainnya yang belum mendapatkan tunjangan profesi tersebut. Sebagian dari data TPG yang diterima seharusnya digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas dirinya sebagai pendidikan,” ungkap Tati.

Lebih jauh dia mengatakan, kesalahan guru selama ini adalah satu RPP digunakan untuk berbagai kelas dalam jenjang yang sama, padahal setiap anak dalam kelas tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, RPP kelas satu dengan kelas lain seharusnya berbeda. “Saya berharap semoga dengan adanya pelatihan ini ada peningkatan profesionalisme pendidik serta peningkatan hasil belajar peserta didik baik pada penilaian harian bahkan ujian nasional,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Guru yang juga menjabat Kasi PTK Disdikbud Panji Asmara dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan yaitu untuk meningkatan pengetahuan tentang pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran guru di Kabupaten Lambar, untuk mempermudah pembelajaran seorang guru dalam membantu proses fasilitasi pembelajaran karena perangkat pembelajaran, seorang guru mudah menyampaikan materi hanya dengan melihat perangkatnya tanpa harus banyak berpikir dan mengingat. Serta tujuan lainnya untuk meningkatkan kemampuan tentang penyusunan silabus dan RPP bagi guru di Kabupaten Lambar.

“Nara sumber kegiatan pelatihan ini yaitu Drs. Wobowo, M.Pd , dan peserta sebanyak 250 guru yang terdiri dari ketua dan anggota MGMP mata pelajaran IPS, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan KKG  kecamatan se-Kabupaten Lambar,” pungkas dia. (lus/mlo)

Komentar

Baca Juga