2020, BPS Bakal Gelar Sensus Penduduk Online

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sensus Penduduk (SP) bakal digelar pada 2020 di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Lambar. Sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali ini untuk kali pertama akan menggunakan metode online.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lambar Kepala BPS Lambar Amiruddin, S.Si, M.M, mengatakan, sosialisasi sensus penduduk 2020 (SP2020) sudah mulai dilaksanakan pihaknya, salah satunya dilakukan di stand BPS pada pameran Liwa Fair dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Kabupaten Lambar yang dipusatkan di Kawasan Sekuting Terpadu (KWT) Pekon Wates Kecamatan Balikbukit.

Bacaan Lainnya



“Kita memanfaatkan momentum HUT Kabupaten Lambar untuk melakukan sosialisasi karena banyak masyarakat yang berkunjung ke stand. Sosialisasi berupa kuis dan penyebaran leaflet tentang tahapan  pelaksanaan sensus penduduk,” kata Amiruddin, Kamis (26/9)

Menurut dia,  SP2020 akan dilaksanakan dua tahap yaitu  tahap I sensus mandiri (online) akan dilaksanakan bulan Februari-Maret 2020 dengan mengunjungi website bps : www.sensus.bps.go.id, jadi nantinya dapat diakses menggunakan komputer (internet) maupun smartphone. “Kemudian tahap kedua di bulan Juli 2020 yakni pendataan door to door untuk seluruh rumah tangga,” ucapnya.

Lanjut dia, SP2020 menggunakan metode kombinasi (Mixed Method) dengan data awal berasal dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. “Jadi saat sensus online, masyarakat bisa langsung berpartisipasi secara mandiri dengan menggunakan akses nomor induk kependudukan (NIK) dan token yang akan diberikan nantinya pada saat pelaksanaan di bulan Februari 2020, mendatang,” kata dia.

“Dari sensus ini banyak kebijakan yang dibuat bisa tepat sasaran. Kita bisa bikin proyeksi penduduk, kita bicara bonus demografi, hasil fertilitas serta lainnya,” kata dia.

Sekadar diketahui,  Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Barat telah melaksanakan pemetaan wilayah kerja untuk persiapan pelaksanaan sensus penduduk di tahun 2020 mendatang. Pemetaan wilayah itu bertujuan agar pada pelaksanaan sensus penduduk nantinya tidak ada penduduk yang terlewatkan atau tidak tercatat

Guna kelancaraan pelaksanaan pemetaan wilayah kerja itu, BPS melibatkan sebanyak 250 petugas pendata yang tersebar di dua kabupaten yakni Kabupaten Lambar sebanyak 150 orang dan Kabupaten Pesisir Barat 100 orang. Dimana pemetaan wilayah kerja stastik untuk masing-masing wilayah kerja muatanya sebanyak 300 rumah tangga. (lus/mlo)



Pos terkait