2020, Disbunnak Programkan Bantuan Pupuk untuk 650 KK

  • Whatsapp
Chusain Prayitno, Kasi Produksi Dinas Perkebunan dan Peternakan
Chusain Prayitno, Kasi Produksi Dinas Perkebunan dan Peternakan

Medialampung.co.id, BALIKBUKIT – Pemkab Lambar melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) rencananya pada tahun 2020 mendatang akan memprogramkan peningkatan produksi dengan intensifikasi pemberian pupuk bagi petani kopi yang masuk kategori warga miskin.

“Tahun ini-kan ada bantuan pupuk untuk 325 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Pagardewa, nah untuk tahun 2020 mendatang kita rencanakan untuk 650 KK untuk Kecamatan Pagardewa dan Kecamatan Airhitam,” ujar Kasi Produksi Chusain Prayitno mendampingi Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Ir. Agustanto Basmar, M.Si, kemarin.

Bacaan Lainnya



Alasan dipilihnya dua kecamatan itu, kata Chusain karena berdasarkan data Basis Data Terpadu (BDT) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah warga kurang mampu di daerah itu lebih banyak jumlahnya dibanding di kecamatan lainnya, serta lokasi masih banyak tanah merah sehingga hasil produksi kopi berkurang. “Atas dasar itu, sehingga kita mengalokasikan bantuan pupuk untuk petani kopi kurang mampu,” imbuhnya.

Menurut dia, bantuan pupuk tersebut merupakan program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan produksi dengan intensifikasi pemberian pupuk majemuk dan pendamping. Untuk tahun ini, pihaknya akan menyiapkan 32.500 Kilogram (Kg) bantuan pupuk non subsidi kepada 325 KK yang kurang mampu yang ada di Kecamatan Pagardewa.

“Rencananya bantuan pupuk itu akan kita distribusikan setelah musim panen tahun ini untuk mendorong panen tahun 2020 mendatang,” ucapnya.

Masih kata dia, bantuan tersebut diberikan selain dalam rangka meningkatkan produksi kopi di Kabupaten Lambar juga untuk membantu masyarakat miskin khususnya yang ada di Kecamatan Pagardewa.

“Pemberian bantuan pupuk ini bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan produksi tanaman kopinya. Melalui bantuan pupuk itu maka diharapkan produksi kopi petani dapat meningkat sehingga menambah pendapatan bagi petani kopi penerima bantuan,” tandasnya. (lus/mlo)



Pos terkait