2020, Investasi di Lambar Capai Rp105,835 Miliar Lebih

  • Whatsapp
Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja Ir. Sugeng Raharjo, M.P

Medialampung.co.id – Kondisi nilai investasi di Kabupaten Lambar tidak terlalu terdampak Covid-19, hal ini dikarenakan secara umum roda ekonomi mayoritas didukung oleh sektor pertanian dan perkebunan (Agraris).

Berdasarkan Laporan Kinerja Penanaman Modal (LKPM), jumlah realisasi investasi di Kabupaten Lambar tahun 2020 mencapai Rp105.835.947.766. 

Bacaan Lainnya


“Realisasi investasi di Kabupaten Lambar tahun 2020 lalu sebesar Rp105.835.947.766 atau 145.51 persen dari target rencana investasi senilai Rp85 miliar,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja Ir. Sugeng Raharjo, M.T, Senin (18/1/2021).

Realisasi investasi yang mencapai Rp105,835 miliar lebih itu, lanjut Sugeng, berasal dari PT. Lampung Hydro Energy Rp789 juta lebih, PT. Tiga Oregon Putra Rp32,037 miliar lebih, PT. Adimitra Energi Hidro Rp10,278 miliar lebih, PT. Jaga Sakti Rp6,5 miliar lebih, PT. Berkah Rayon Empat (Pagardewa) Rp1,5 miliar, PT. Berkah Energi Pesisir (Airhitam) Rp1,5 miliar, PT. Sinergi Bakti Nusa (Kebuntebu) Rp1,5 miliar, Usaha Mikro Kecil (UKM) Rp18,771 miliar lebih, dan Non IUMKM Rp33,362 miliar lebih. 

“Dari total nilai investasi yang didapat, hampir 50 persen didukung oleh UMK dan IUMKM pengusaha masyarakat di Kabupaten Lambar,” imbuhnya.

Lanjut dia, jika dibandingkan nilai investasi tahun 2019 yaitu sebesar Rp142.671.845.207, maka untuk nilai investasi tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp36.835.897. 

Untuk menarik investor masuk ke Kabupaten Lambar, Pemkab melalui Dinas Penanaman Modal PTSP dan Tenaga Kerja dimasa pandemi Covid 19 tetap membuka pelayanan baik secara online maupun offline dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Kemudian melaksanakan promosi-promosi melalui berbagai media serta sosialisasi kepada masyarakat.

“Kedepan UMKM-UMKM yang ada di Kabupaten Lambar akan ditekankan untuk berinvestasi karena UMKM menjadi investor yang sangat penting di daerah. Selain itu, kami juga memberikan pendampingan serta memberikan kemudahan dalam proses perizinan,” akunya.

Sugeng berharap jumlah investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Lambar setiap tahunnya mengalami peningkatan. (lus/mlo)




Pos terkait