2020, Kapal Pelra Bantu Masyarakat Angkut Logistik

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana akan mengoperasikan kapal pelayaran (Pelra) Banawa Nusantara 67 mulai tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pesbar, Henry Dunan, S.E, S.H, M.H., mengatakan kapal Pelra yang tiba di Pesbar pekan lalu itu akan dioptimalkan untuk membantu masyarakat mengangkut kebutuhan logistik, seperti kebutuhan pangan yakni beras dan kebutuhan pokok lainnya hingga material bangunan yakni semen, besi dan jenis lainnya. Rute yang akan dilayani dari pelabuhan Kuala Stabas Kecamatan Pesisir Tengah ke Pulau Pisang.

Bacaan Lainnya



“Kemudian rute dari pelabuhan Kuala Stabas hingga ke wilayah Pengekahan (Way Haru) Kecamatan Bengkunat, bahkan rute dari Kota Agung ke Bengkunat,” katanya.

Ditambahkannya, angkutan logistik menggunakan kapal Pelra itu jika telah beroperasi nanti pemilik barang tidak dipungut biaya transportasi alias gratis. tapi, untuk menaikan dan menurunkan barang logistik itu ditanggung oleh pemilik barang. Pemkab hanya menyiapkan sarana pengangkutan.

“Jadwalnya  mungkin bisa dilakukan satu kali dalam satu pekan, yang jelas itu akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Masih kata dia, pengoperasian kapal Pelra Banawa Nusantara 67 di Pesbar itu baru akan dilaksanakan 2020 karena menunggu ada anggaran dari Pemkab setempat di tahun 2020 mendatang. Dirinya berharap dengan adanya kapal itu dapat membantu dan meringankan beban masyarakat terutama di wilayah-wilayah terpencil untuk mengangkut kebutuhan logistik.

“Sehingga nanti masyarakat bisa mendapat harga barang yang lebih murah, setidaknya bisa mengurangi biaya angkutan barang dari biasanya, kita  berharap saat beroperasi nanti tidak terkendala,” jelasnya.

Dikatakannya, kapal Banawa Nusantara merupakan kapal penumpang, kapal barang dan kapal pariwisata, dengan kapasitas mesin 35 GT dan mampu mengangkut muatan 10 ton dengan 24 penumpang. Dengan spesifikasi panjang (lenght) 17,8 meter, lebar/balok (beam) 4,0 meter, kecepatan maksimal 8-9 knot serta berbahan material dari kayu.

“Fasilitas pendukung kapal itu sudah ada GPS, Radar, AIS SART, Radio, VHF, Poaratable Radio, AC, Toilet dan fasilitas lainnya,” pungkasnya. (yan/d1n/mlo)



Pos terkait