14.606 Rumah Penerima Bansos PKH Bakal Ditempel Stiker

  • Whatsapp
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Lambar M. Danang Hari Suseno - Foto Lusiana

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Lambar melalui Dinas Sosial akan melakukan pemasang stiker ‘Keluarga Tidak Mampu’ di rumah warga penerima bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH).

“Tahun ini kita ada program pemasangan stiker di 14.606 rumah penerima Bansos PKH. Pemasangan stiker fungsinya untuk mengetahui data pasti berapa jumlah penerima bantuan PKH dan pemasangannya akan dilakukan pada Maret mendatang,” ujar Sekretaris Dinas Sosial M. Danang Hari Suseno, S.Ag, M.H, mendampingi Kepala Dinas Sosial Edi Yusuf, di Ruang Kerjanya, Rabu (22/1).

Baca Juga

Menurut dia, pemasangan stiker tersebut sesuai dengan intruksi dari Kementerian Sosial dan untuk mengetahui secara pasti berapa penerima Bansos PKH di Kabupaten Lambar sehingga asumsi warga bahwa program tersebut tidak tepat sasaran bisa diminimalisir. “Kalau dia (warga) itu nggak mau dipasang berarti dia tidak mau masuk dalam basis data terpadu (BDT) warga miskin,” tegasnya.

Ia berharap, dengan adanya pemasangan stiker ini akan adanya keterbukaan data penerima PKH serta dapat saling monitoring jika ada penerima PKH yang tidak tepat sasaran, sehingga bagi keluarga penerima manfaat (KPM) PKH yang mampu dapat secara sadar mengundurkan diri dari kepesertaan (graduasi). “Tujuan kami melakukan pemasangan stiker ini adalah untuk meminimalisir adanya penerima bantuan sosial PKH yang tidak tepat sasaran,” kata dia seraya menambahkan, dengan ditempelkan stiker ini di tiap rumah keluarga penerima manfaat PKH akan memberikan efek malu bagi mereka yang memang tergolong keluarga mampu sehingga mau mengundurkan diri dari penerima bansos PKH.

Selain itu, lanjut Danang, setiap orang dengan terbuka dapat melihat siapa saja sebenarnya penerima manfaat dari PKH setelah adanya stiker di masing-masing rumah penerima, sehingga siapa pun boleh melaporkan jika ada penerima manfaat PKH ini yang memang tidak tepat sasaran kepada pendamping PKH dan Dinas Sosial. Karena, dengan keluarnya keluarga mampu dari kepesertaan penerima manfaat PKH secara langsung mereka keluar dari BDT yang merupakan data kemiskinan di Lambar sehingga angka kemiskinan dapat di tekan. (lus/mlo)

Pos terkait