Program Diversifikasi, Disbunnak Siapkan Bantuan 5.300 Bibit Lada-Malada

  • Whatsapp
Kabid Prasarana dan Sarana Perkebunan dan Penyuluhan Djoko Soelistijo

Medialampung.co.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lambar tahun ini menyiapkan bantuan bibit tanaman lada dan malada (sejenis tanaman lada) sebanyak 5.300 batang untuk kelompok tani melalui program diversifikasi tanaman kopi perkebunan.

“Bantuan bibit tanaman lada dan malada tersebut rencananya akan dialokasikan untuk enam kelompok tani (Poktan),” ungkap Kabid Prasarana dan Sarana Perkebunan dan Penyuluhan Djoko Soelistijo, S.P, M.M, didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Agustanto Basmar, S.P, M.Si, di Ruang Kerjanya, Kamis (23/1)

Baca Juga

Dijelaskannya, enam poktan yang akan menerima bantuan bibit tersebut tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Pagardewa, Kecamatan Sekincau, Kecamatan Batuketulis, Kecamatan Belalau, Kecamatan Batubra dan Kecamatan Lumbokseminung (malada). “Bantuan yang akan kita siapkan sebanyak 5.300 batang bibit tanaman tersebut, rinciannya 5.000 batang tanaman lada untuk lima poktan, jadi satu kelompok akan menerima bantuan bibit lada  sebanyak 1.000 batang, kemudian satu kelompok tani akan mendapatkan bantuan tanaman malada yang sejenis dengan lada,” tegasnya.

Bantuan bibit tanaman lada dan malada yang bersumber dari APBD Lambar tahun 2020 itu, kata dia,  rencananya akan dialokasikan kepada kelompok tani penerima pada bulan Oktober atau November mendatang.  “Tanaman bibit lada dan malada tersebut akan ditanam di sela-sela tanaman kopi milik petani, tujuan pemberian bantuan ini dalam rangka meningkatkan penghasilan petani,” ungkap dia.

Disinggung soal nama kelompok tani penerima bantuan. Djoko mengaku sejauh ini pihaknya belum menetapkan nama kelompok tani calon penerima bantuan bibit tanaman lada dan malada tersebut karena pihaknya masih akan turun ke lapangan untuk menetapkan CPCL (calon penerima calon lokasi). “Jadi diharapkan selain panen kopi, pada saat musim peceklik petani juga bisa panen lada dan malada sehingga pendapatan mereka meningkat dan petani hidup sejahtera,” pungkas dia. (lus/mlo)

Pos terkait