Longsor dan Banjir Dominasi Bencana di Awal Tahun

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Longsor dan banjir mendominasi bencana alam yang terjadi di Kabupaten Lambar pada awal tahun 2020 ini. Sehingga diharapkan masyarakat untuk tetap waspada.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Mekal Novisa, S.T mendampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs. Gison Sihite, M.M, mengungkapkan, berdasarkan data hingga Selasa (28/1) jumlah bencana di Kabupaten Lambar terdapat sembilan kejadian, yaitu bencana longsor terjadi pada tanggal 1 Januari di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Pekon Kubuliku Jaya Kecamatan Batuketulis, pohon tumbang pada tanggal 2 Januari dengan lokasi Hamkatir Gunungpasir Kecamatan Sukau, musibah kebakaran terjadi pada tanggal 6 Januari di Pemangku Selingkut Ulu Pekon Sindangpagar Kecamatan Sumberjaya, bencana banjir terjadi pada tanggal 17 Januari di Pekon Gedungsurian Kecamatan Gedungsurian.

Baca Juga

Kemudian,  bencana banjir pada tanggal 18 Januari terjadi di Jalan Lintas Liwa Pekon Canggu Kecamatan Batubrak, bencana longsor terjadi pada tanggal 20 Januari di Dusun 5 Waysalang Pekon Sukabumi Kecamatan Batubrak, bencana longsor di Pekon Kubu Perahu Kecamatan Balikbukit pada tanggal 23 Januari, longsor terjadi pada tanggal 24 Januari di jalan Lintas Liwa-Krui, serta bencana banjir pada tanggal 25 Januari di Kecamatan Bandarnegeri Suoh. “Untuk sembilan kejadian bencana tersebut didominasi bencana alam banjir dan longsor,” imbuhnya

Kata dia, upaya penanggulangan bencana yang telah dilakukan, yaitu tim BPBD Kabupaten Lambar turun kelapangan melakukan peninjauan ke lokasi, memberikan bantuan logistik kepada korban kebakaran dan banjir. Khusus untuk longsor di jalan Lintas Liwa-Krui, pihaknya bersama TNI, Polri, Dinas PUPR, Satgas PB, Tim TRC serta masyarakat setempat melakukan pembersihan material longsor agar jalan dapat dilalui kembali dan mengevakuasi kendaraan yang terjebak longsor. Sedangkan untuk bencana banjir di Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Tim BPBD, Tim TRC, Tim SAR melakukan peninjauan lokasi dan melakukan pendataan kepada masyarakat yang terdampak banjir sekaligus memberikan bantuan logistik.

Terkait bencana di Kabupaten Lambar, Mekal mengimbau kepada masyarakat Lambar harus tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah-berubah, terutama intensitas hujan yang cukup tinggi dan terhadap kondisi lingkungan dimana posisi berada. “Kalau rumah berada dekat tebing atau berkendara dijalur jalan disisi tebing atau jurang untuk selalu berhati-hati terhadap bahaya longsor. Begitu juga jika posisi rumah warga berada dekat dengan badan sungai yang rawan banjir untuk selalu waspada apabila curah hujan tinggi,” pungkas dia. (lus/mlo)

Pos terkait