Terbentur Akses Jalan, Pekon Pancurmas Sulit Keluar dari Status Pekon Tertinggal

  • Whatsapp
Peratin Pekon Pancurmas Kecamatan Lumbokseminung Dadang Ermayadi

Medialampung.co.id – Nampaknya Pekon Pancurmas Kecamatan Lumbokseminung Kabupaten Lambar akan sulit untuk keluar dari status pekon tertinggal. Salah satunya disebabkan karena akses jalan dari pekon ke kecamatan dan keluar ke daerah lain yang masih sulit.

“Penyebab dasar Pekon Pancurmas masih tertinggal salah satunya karena akses jalan pekon ke kecamatan dan keluar ke daerah lain masih sulit karena terbentur wilayah perbukitan, jadi hanya satu jalan yaitu melalui Pekon Sukamulya yang status jalannya adalah jalan provinsi sehingga kita masih menunggu upaya dari pemprov,” kata Peratin Pekon Pancurmas Dadang Ermayadi, Rabu (12/2).

Bacaan Lainnya

Untuk peningkatan akses jalan tersebut, kata Dadang, pihaknya sudah berupaya dengan  mengusulkan di musrenbang kecamatan dan kabupaten namun hingga kini belum ada realisasinya.

“Untuk membuka akses badan jalan selama ini masyarakat bergotong royong. Jalan pekon penghubung kecamatan khususnya di Tawan Sukamulya dan Sukabanjar serta Keagungan masih terdapat jalan rusak,” imbuhnya.

Lanjut dia, panjang jalan dari kecamatan ke Pekon Pancurmas sekitar 13 kilometer (KM) dan 8 KM diantaranya telah berbentuk badan jalan dan sekitar dua kilometer masih berbentuk tanah.

“Kalau musim penghujan jalannya lincin dan batu-batunya keluar sehingga pengguna kendaraan harus ekstra hati hati saat melintas,” ucapnya.

Seraya menambahkan, di Pekon Pancurmas terdapat empat pemangku yaitu  Pemangku Sidomakmur, Pemangku Mekarjaya, Pemangku Bumiarjo dan Pemangku Sidodadi dengan jumlah 189 kepala keluarga (KK).

“Upaya kita untuk akses jalan selain mengusulkan di musrebang kecamatan dan kabupaten, kita juga menganggarkan dari dana desa (DD) untuk jalan penghubung pekon,” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, upaya dari segi kesehatan, pihaknya mengadakan program pembangunan jambanisasi di rumah-rumah warga bersumber dari DD.

“Target kita setiap rumah satu jamban. Dari 189 KK di pekon kita, sudah ada 45 KK yang rumahnya telah dipasang jambanisasi, dan semoga dengan adanya program jambanisasi ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas dia. (lus/mlo)

Pos terkait