Eeng : Kami Hanya Korban Budaya Suap

  • Whatsapp
Terdakwa suap Lampura, Hendra Wijaya Saleh alias Eeng saat menjalani sidang dengan agenda pledoi, Kamis (13/2). - Foto Anggri Sastriadi/medialampung.co.id

Medialampung.co.id – Hendra Wijaya Saleh alias Eeng, mengakui bahwa dirinya hanya sebagai korban saat menjalani sidang dengan agenda pledoi kasus suap fee proyek di Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

“Karena memang, budaya seperti ini sudah cukup lama terjadi. Dan kami ini hanya korban yang terjerat oleh budaya (suap *red) seperti ini,” ujarnya, Kamis (13/2) di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang.

Bacaan Lainnya

Dirinya mengakui bahwa ia telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan sangat salah. “Saya tahu dan akui bahwa sedikit pun tidak ada niat untuk melakukan perbuatan keluar norma seperti ini , tapi ini dilakukan karena terpaksa karena tidak mampu melawan, ibarat kata kami ini hanya binatang kecil yang berenang melawan arus,” tuturnya.

Hendra mengaku dalam mengikuti lelang pekerjaan di Lampung Utara sangat sulit untuk menghindari suap. “Kalau tidak memberikan fee dalam setiap pekerjaan, maka tender akan diserahkan ke rekanan lainnya, saya tidak punya inisiastif, saya hanya ditawarkan dan memberikan fee,” jelasnya.

Dirinya pun meminta maaf atas segala perbuatannya dan sangat menyesal serta tak akan mengulanginya lagi. “Ini merupakan cobaan berat bagi saya saat ini. Kepada majelis hakim saya memohon untuk memberikan hukuman seringan-ringannya, karena saya tulang punggung dan anak saya masih membutuhkan saya,” pungkasnya. (rnn/mlo)

Pos terkait