2021, Dinas PMDT Lampung Targetkan 1000 Desa Gunakan Smart Village

  • Whatsapp
Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung, DR. Zaidirina, M.Si.

Medialampung.co.id – Dalam rangka mengimplementasikan visi dan misi Gubernur Lampung dan Wakil Gubernur Lampung salah satu janji kerja yaitu Smart Village atau Desa cerdas berbasis digital.

“Saat ini kita sedang membangun Smart Village ini. Untuk tahun ini target kita 1000 desa sudah menggunakan sistem administrasi pemerintahan desa berbasis digital,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung, DR. Zaidirina, M.Si., saat dimintai keterangan usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung bersama Dinas PMDT Kabupaten/Kota bertempat di Hotel Bukit Randu, Senin (25/1).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan untuk data dasar Smart Village, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Hal tersebut berjalan harus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang ada di Provinsi Lampung.

“Kita jadikan NIK dasar untuk data yang bisa dipercaya,” tambahnya. 

Kemudian Desa-Desa Melakukan sensus guna menghindari masalah-masalah seperti alamat ganda.

Data dari Disdukcapil secara offline dilanjutkan dengan sensus di desa-desa guna mencocokkan data offline dari Disdukcapil tersebut.

“Dan hasilnya kita laporkan ke Disdukcapil untuk melakukan pencocokan. Hasil tersebut kita jadikan data,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan Kedepannya untuk pelayanan administrasi sudah menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Jadi nanti masyarakat  datang ke balai desa dengan menggunakan KTP di tab di aplikasi langsung keluar data lengkap dan tinggal memilih tujuan, seperti membuat keterangan tidak mampu, pakai touch screen dan surat langsung keluar, tidak perlu verifikasi data Karena memang data sudah ada di aplikasi,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan di tahun 2020 menurut penetapan dari Provinsi ada 133 desa prototipe. Kemudian hal tersebut sudah jalan dan sudah jalan ada 650 desa yang memulai mandiri.

“Ada 650 Desa yang meminta bantu kepada kita, Karena memang semuanya kita kasih gratis dari sistem gratis, web gratis, bahkan pelatihan pun gratis. Kita upayakan seluruh desa menggunakan sistem desa cerdas berbasis digital,” bebernya.

Terkait dengan kendala ada 749 desa di Provinsi Lampung  yang masih sulit dijangkau oleh jaringan namun untuk saat ini masih bisa dioperasikan dengan offline. 

“Internet tidak bagus atau internet tidak memadai tetap bisa dengan jalur offline. Dengan sistem tapi tidak bisa terintegrasi langsung,”paparnya.

Ia juga mengatakan saat ini terkait dengan 749 desa tersebut melalui Gubernur Lampung saat ini tengah mengajukan ke Kominfo Pusat agar desa tersebut mendapatkan jaringan. 

“Jadi insyaallah 2.435 desa di Lampung sudah bisa menggunakan sistem nya sendiri. Kalaupun jaringan belum masuk bisa dilakukan dengan offline,” katanya.

Untuk desa yang mau dan siap menggunakan Smart Village bisa membuat surat pengajuan ke PMDT Provinsi.

“Jadi nanti PMD turun kebawah, diliat mana-mana desa yang berminat, dan kita layani semuanya gratis,” tutupnya.(ded/mlo)


Pos terkait