2021, Guru Honorer Bakal Diangkat Jadi PPPK

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Guru Honorer di Indonesia bakal diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) mulai tahun anggaran 2021 mendatang. Ini menjadi angin segar bagi seluruh guru honorer yang telah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun.

Kabar akan adanya pengangkatan guru honorer menjadi PPPK tersebut, disampaikan Bupati Lampung barat Hi. Parosil Mabsus, saat membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, pada perayaan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-75 yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Magar Pekon Sukaraja, Kecamatan Waytenong, Sabtu (28/11).

Bacaan Lainnya


Dalam pidato tersebut, Parosil menyampaikan berbagai upaya ditempuh oleh pemerintah untuk mencapai menempatkan guru pada posisi terbaik, dimana salah satunya pada tahun 2021 mendatang akan mengangkat tenaga honorer menjadi PPPK. 

”Pada tahun 2021 kami berkomitmen memperjuangkan guru-guru honorer melalui seleksi yang demokratis bagi guru-guru non-PNS menjadi guru ASN PPPK dengan kuota cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah,” ungkap Parosil dalam pidato yang dibacakannya.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang sangat luar biasa.

“Saya sangat terharu melihat dan mendengar cerita-cerita hebat, dedikasi, kesungguhan bapak dan ibu guru untuk bergerak mencari solusi agar proses belajar anak-anak Indonesia tidak terhenti, ada yang sudah melakukan pembelajaran daring, ada guru yang membuat anak-anak menjadi kelompok kecil dan didatangi secara bergiliran, ada yang masuk ke sekolah dengan menggunakan jadwal bergilir dengan protokol yang sangat ketat, ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua siswa untuk membantu proses belajar mengajar di rumah, ada yang mencari sinyal di seberang sungai dan lain sebagainya,” kata dia.

Menurutnya, semuanya itu menjadi bukti bahwa kita semua adalah pewaris para pejuang yang tidak mau menyerah dengan keadaan. Mampu beradaptasi dengan terus belajar, berbagi dan berkolaborasi.

Kemudian di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen, terus berjuang sungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak para pendidik melalui kebijakan rekrutmen guru ASN, pengembangan pendidikan, peningkatan profesionalisme, dan peningkatan kesejahteraan guru.

“Berbagai kebijakan dan program kami dibuat dalam masa pandemi ini, yaitu berupa bantuan kuota data internet, fleksibilitas penggunaan dana BOS, pengalokasian BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk bantuan Covid-19 di sekolah negeri dan swasta yang paling terdampak pandemi Covid-19, bantuan subsidi upah untuk guru dan tenaga kependidikan non-PNS, kurikulum darurat; , program guru belajar, laman guru berbagi, program Belajar dari Rumah TVRI, Seri Webinar Masa Pandemi dan sebagainya,” katanya 

Sementara itu, Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-75 yang bertemakan ‘Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar’ itu, Parosil juga melakukan penyerahan tali asih purna bakti kepada pemenang lomba vidio kreativitas guru mengajar, lomba da’i virtual dan pemenang lomba karya tulis serta penyerahan Plakat Adi Wijaya dan piagam kepada guru berkreativitas.

Peringatan PGRI ini juga dilakukan pemotongan tumpeng dan dilanjutkan dengan pembagian masker oleh bupati serta jajaran kepada masyarakat, hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian dalam pencegahan akibat merebaknya pandemi Covid-19. (nop/mlo)




Pos terkait