2021, Lampura Fokus Peningkatan Infrastruktur 

  • Whatsapp
Kadis PUPR Kabupaten Lampura, Syahrizal Adhar, saat memberi pemaparan pembangunan kepada awak media, di ruang kerjanya.

Medialampung.co.id – Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampura, menargetkan peningkatan modal pondasi ekonomi masyarakat itu, mulai dilaksanakan pada tahun depan, yakni tahun 2021 mendatang.

Itu pun masih dalam tahap perbaikan, bukan pembangunan. Hal tersebut dikemukakan Kadis PUPR Lampura, Syahrizal Adhar, ketika disambangi di ruang kerjanya.

Bacaan Lainnya


“Itu pun belum dapat kita pastikan, mengingat kondisi keuangan daerah belum terlalu banyak perubahan. Apalagi kita masih belum terbebas dari pandemi, covid-19 pada tahun depan, “kata Syahrizal Adhar.

Menurutnya, rehabilitasi atau perbaikan modal transportasi penunjang ekonomi masyarakat itu, lebih diprioritaskan kepada jalan-jalan poros diseluruh wilayah.

Termasuk di daerah pedesaan, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak bagi peningkatan aktivitas warga guna menunjang perekonomiannya.

“Khususnya mengangkut hasil produksi, dari sentra-sentra pertanian menuju tempat penampungan atau penjualan. Selain meningkatkan aktivitas masyarakatnya berlalu-lalang,” terangnya.

Syahrizal menjelaskan, jalan poros yang akan dibangun seperti di Kecamatan Bukit Kemuning dan sekitar, yakni ruas jalan Desa Ulak Rengas-kantor Kecamatan Abung Tinggi; ruas jalan Sukamenanti, Bukit Kemuning-Skipi, Abung Tinggi. 

Kemudian, kata dia, Ruas jalan Simpang Propau, Aji Kagungan Raya (AKR), Abung Selatan-Semuli, Abung Semuli; ruas jalan Abung Kunang, Kecamatan Surakarta, Abung Surakrta-Bumi Agung, Abung Timur dan lainnya.

“Akan dibagi ke empat wilayah sesuai dengan dapilnya masing-masing, karena di tempat kita ada 4 dapil. Baru sisanya akan ditempat di wilayah perkotaan yang ada di tiga kecamatan, mulai dari Kotabumi Selatan, Kotabumi dan Kotabumi Utara. Diprioritaskan untuk jalan-jalan di wilayah dalam atau belum ada akses jalannya (tanah/onderlagh), “terangnya.

Menanggapi pelaksanaan pembangunan pada tahun ini, lanjutnya, sesuai kesepakatan dengan pihak legislatif belum menyentuh kepada peningkatan infrastruktur. Baru dalam tahapan rehab, sebab, masih menyisakan banyak PR di tahun sebelumnya.

“Tahun ini kita masih belum maksimal, bukan tak ada pembangunan. Tapi masih dalam tahapan itu, sesuai kemampuan keuangan. Seperti peningkatan sarana yang berada di Taman Olah Seni (TOS) yakni Tugu Rato Kotabumi, peningkatan taman di Bendungan Way Tebabeng, Kecamatan Blambangan Pagar serta beberapa titik irigasi, yang tersebar di kecamatan, “tambahnya.

Dalam upaya tersebut, kata dia, stimulus bagi peningkatan perekonomian warga. Sehingga dapat meningkatkan pengunjung yang datang, dan mendongkrak roda ekonomi masyarakat.

“Kita tidak merubah taman kereta kencana di Tugu Rato tapi merehabnya, karena kalau musim hujan air dalam kolam merembes menyebabkan tanah becek disekitarnya. Selain itu, juga menimbulkan jentik nyamuk penyebab berbagai penyakit yang dibawa, macam demam berdarah ataupun malaria. 

Begitu juga dengan Bendungan Way Tebabeng, akan ditingkatkan menjadi taman berekreasi seperti dibuatkan tempat berteduh gazebo dan lainnya. 

“Menghadapi tahun baru 2021, masyarakat Lampura, nantinya bisa mendapatkan taman rekreasi yang baik. Sehingga warga Lampura, tidak keluar Kabupaten, hanya untuk tahun baruan,” kata dia.

Syahrizal juga, mengungkapkan, dari perencanaan perbaikan jalan tersebut, untuk anggaran global yang diperlukan sebesar 28 milyar.

“Jadi angagran sebesar itu, kemungkinan bisa mengkaper kebutuhan untuk memperbaiki jalan yang ada di Kabupaten Lampura,” pungkasnya  (ask/ozy/mlo)




Pos terkait