2021, Pemerintah Pusat Bakal Kucurkan Dana TKDD Rp857,860 Miliar 

  • Whatsapp
Kepala Bappeda Lambar Okmal

Medialampung.co.id – Kabupaten Lambar tahun 2021 mendatang akan mendapatkan alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dari pemerintah pusat sebesar Rp857,860 miliar lebih. 

“Jumlah dana transfer ke daerah dan dana desa yang akan diterima Kabupaten Lambar tahun depan bertambah dibanding tahun ini,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si, Minggu (11/10).

Menurut Okmal, alokasi TKDD dari pemerintah pusat itu terdiri atas dana alokasi umum (DAU), dana insentif daerah (DID), dana alokasi khusus (DAK) fisik, DAK non fisik, dana desa (DD), serta dana bagi hasil (DBH).

Ia memaparkan, tahun ini Kabupaten Lambar mendapatkan kucuran TKDD sebesar Rp814,172 miliar lebih yang terdiri terdiri dari DAU Rp500,613 miliar, DAK fisik Rp78,848 miliar, DAK non fisik Rp84,663 miliar lebih, DID Rp7,772 miliar lebih, DD Rp126,016 miliar lebih, serta DBH sebesar Rp16,257 miliar lebih.

Sedangkan tahun depan alokasi TKDD yang akan diterima Kabupaten Lambar Rp857,860 miliar lebih itu, rinciannya DAU Rp507,981 miliar lebih, DAK fisik Rp86,967 miliar lebih, DAK non fisik Rp92,669 miliar lebih, DID Rp31,611 miliar lebih, DD Rp126,016 miliar lebih, serta dana bagi hasil Rp12,612 miliar lebih.

“Untuk tahun depan, DAU, DID dan DAK fisik maupun DAK non fisik mengalami kenaikan. Sedangkan untuk DBH mengalami penurunan sekitar Rp3 miliar lebih,” ungkap dia seraya menambahkan untuk DD jumlah yang akan diterima tahun depan sama dengan tahun ini.

Lanjut Okmal, DID adalah dana yang bersumber dari APBN kepada daerah tertentu berdasarkan kriteria tertentu dengan tujuan untuk memberikan penghargaan atas perbaikan dan/atau pencapaian kinerja tertentu di bidang tata kelola keuangan daerah, pelayanan umum pemerintahan, pelayanan dasar publik, dan/atau kesejahteraan masyarakat.

“Jadi untuk tahun depan, jumlah alokasi transfer ke daerah dan dana desa yang akan diterima Kabupaten Lambar mengalami kenaikan sebesar Rp46,688 miliar lebih dibanding tahun ini. Hal itu berdasarkan data yang bersumber dari portal Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait