229 SD-SMP Siap Melaksanakan KBM Secara Tatap Muka

  • Whatsapp
Sekretaris Disdikbud Lambar Ahmad Syukri, S.Pd

Medialampung.co.id – Satuan Pendidikan baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lambar sebagian besar telah siap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Sejauh ini sudah ada 229 dari jumlah 268 SD dan SMP di Kabupaten Lambar yang telah menyampaikan surat daftar kesiapan sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kepada kita. Sedangkan 39 sekolah lagi kemungkinan baru besok, Sabtu (15/8) menyampaikan surat karena jarak tempuhnya jauh, seperti dari Kecamatan Suoh dan Kecamatan Bandarnegeri Suoh,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Ahmad Syukri, S.Pd, mendampingi Kepala Disdikbud Bulki Basri, S.Pd, M.M, di Ruang Kerjanya, Jumat (14/8).

Bacaan Lainnya



Surat daftar kesiapan sekolah yang disampaikan pihak sekolah ke Disdikbud tersebut, kata dia, akan dijadikan dasar oleh pihaknya untuk menyampaikan  surat kepada Bupati melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Untuk SD dan SMP di Kabupaten Lambar boleh melakukan tatap muka, dengan syarat menyampaikan surat daftar kesiapan sekolah. Hal ini sebagai dasar pemerintah daerah melalui Satgas untuk mengeluarkan rekomendasi untuk belajar tatap muka, dan sekolah harus mendapat persetujuan dari komite dan wali murid,” kata dia.

Kata dia, bagi sekolah yang yang mengajukan surat ke Disdikbud maka itu yang akan diajukan kepada bupati dan apabila ada sekolah yang tidak mengajukan surat daftar kesiapan sekolah maka tetap melaksanakan kegiatan belajar secara daring. 

“Beberapa waktu lalu kita sudah keliling ke sekolah-sekolah dan sudah kita sampaikan perihal kegiatan belajar tatap muka ini. Bagi siswa yang tidak mendapatkan izin dari wali murid atau orang tua maka tidak masalah dan tidak dipaksakan.  Karena nanti pihak sekolah  akan memberikan tugas melalui Daring,” bebernya.

Lebih jauh Ahmad Syukri mengatakan,  khusus untuk Taman Kanak-Kanak (TK) untuk sementara ini masih belajar di rumah hingga bulan Oktober mendatang.

“Khusus untuk TK untuk sementara ini masih belajar di rumah karena dengan pertimbangan bahwa anak-anak TK masih belum bisa dikontrol dan masih perlu bimbingan dan penjagaan,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait