23.808 Jiwa Warga Lambar Nikmati Air Bersih Program Pamsimas

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang digulirkan Pemerintah Pusat di Kabupaten Lambar manfaatnya telah dirasakan masyarakat yang ada di kabupaten setempat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir. Okmal, M.Si mengungkapkan, sejak program tersebut digulirkan oleh pemerintah, dalam kurun tiga tahun yaitu tahun 2017-2019 terdapat 6.557 jumlah sambungan rumah (SR) yang telah terpasang melalui program Pamsimas.

Bacaan Lainnya


“Kalau jumlah sambungan rumah mencapai 6.557  dengan jumlah pemanfaat  air bersih dari program Pamsimas sebanyak 23.808 jiwa,” ungkap Okmal, Selasa (5/1).

Ia menjelaskan, pada tahun 2017, terdapat 15 pekon yang tersebar di lima kecamatan yang mendapatkan program Pamsimas. Lalu tahun 2018  sebanyak 16 pekon di enam kecamatan, tahun 2019 terdapat 21 pekon yang berada di 10 kecamatan. Kemudian di tahun 2020 sebanyak 17 pekon sedangkan untuk tahun ini pihaknya telah mengusulkan tujuh pekon.

“Dari tahun 2017 hingga 2020, sebanyak 69 pekon dari 131 pekon di Kabupaten Lambar mendapatkan program Pamsimas dari pemerintah. Kemudian tahun ini kita telah mengusulkan tujuh pekon, rinciannya tiga pekon untuk desa reguler sumber pendanaan dari APBD serta empat pekon untuk mendapatkan hibah insentif daerah (HID) yang sumber pendanaannya dari APBN. Dan saat ini kita masih menunggu realisasi dari pemerintah pusat,” kata dia.

Lanjut Okmal, tiga pekon yang diusulkan untuk mendapatkan Pamsimas tahun 2021 yang bersumber dari pendanaan APBD, yaitu Pekon Sukamakmur Kecamatan Belalau (pengembangan), Pekon Mutaralam Kecamatan Waytenong (perluasan) dan Pekon Srimenanti Kecamatan Waytenong (perluasan). Sedangkan empat pekon yang diusulkan mendapatkan HID yaitu Pekon Batuapi Kecamatan Pagardewa, Pekon Mekarsari Kecamatan Pagardewa, Pekon Srimenanti Kecamatan Airhitam dan Pekon Sukajadi Kecamatan Airhitam

Menurut dia, daerah yang menjadi sasaran program Pamsimas yaitu diutamakan untuk pekon tertinggal serta daerah yang ada kendala air bersih sehingga diharapkan dengan adanya pembangunan sarana air bersih maka masyarakat tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih.   

“Manfaat program ini selain pemenuhan kebutuhan air bersih, juga kedepan adalah mendorong terbangunnya unit usaha penyediaan air minum yang pengelolaannya di bawah BUMPekon,” kata dia.

Kata Okmal,  Kabupaten Lambar merupakan kabupaten yang kaya akan sumber air, namun karena kondisi topografi berupa daerah pegunungan sehingga sulit untuk mengaksesnya.

Sejak tahun 2013, Pemkab Lambar mengajukan untuk menjadi kabupaten sasaran program Pamsimas, atas usulan tersebut pada tanggal 15 Desember tahun 2015 pemerintah pusat melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menetapkan Kabupaten Lambar sebagai kabupaten sasaran program Pamsimas. (lus/mlo)




Pos terkait