23 Hektar Lahan Milik 11 Warga Negara Batin Diduga Diserobot Anggota DPRD

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sejumlah warga Negara Mulya Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Waykanan menyesalkan aksi penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Waykanan.

Menurut Darno salah satu warga bahwa lahan sawah dan tanaman karet mereka yang sudah bersertifikat tiba-tiba diserobot oleh oknum anggota DPRD Waykanan, dengan alasan tanah tersebut merupakan tanah milik nenek moyang mereka. 

Bacaan Lainnya

“Kami sudah melaporkan dugaan kasus penyerobotan tanah ini ke Polres Waykanan, dan bahkan ke Polda Lampung, tetapi belum menunjukkan hasilnya, sementara sawah kami itu sekarang tidak dapat kami olah lagi, padahal selama ini kami menggantungkan hidup kami dari sawah itu,” ujar Darno.

Lebih jauh Darno menceritakan bahwa Kasus itu sudah terjadi sejak tahun 2013, dan belum juga ada penyelesaiannya. Oleh sebab itu, Darno bersama 7 orang rekannya menyatakan akan memperjuangkan hak tanah milik mereka. 

“Saya harap apa yang kami sampaikan dapat membantu segera menyelesaikan permasalahan ini,” ungkapnya pada medialampung.co.id. 

Selain itu, lanjut Darno, mereka kerap mendapat intimidasi dari sejumlah pihak karena memperjuangkan hak atas tanah sendiri. 

Sebagai catatan, 8 orang warga Negara batin ini melakukan protes karena tanah mereka dicatut dan bahkan diduga sudah diterbitkan Nomor Identifikasi Bangunan (NIB) atas nama orang lain yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD Kabupaten Waykanan Doni Ahmad Ira.

Menurut hitungan mereka ada sekitar 23 hektar tanah yang dicatut milik 11 warga Negara Batin yang juga memiliki sertifikat tanah atas nama mereka pribadi. 

Terpisah, anggota DPRD Waykanan Doni Ahmad Ira yang dikonfirmasi medialampung.co.id membantah melakukan penyerobotan ataupun pengrusakan lahan. 

“Saya adalah orang yang yang mempunyai hubungan kemitraan dengan salah satu perusahaan yang ada di Negara Batin, kemudian datanglah 4 orang warga Kampung Negara Mulya Kecamatan Negara Batin yang menyatakan kesiapan mereka untuk bergabung sebagai Mitra dari perusahaan tersebut melalui saya, dimana keempat warga itu yakni Sahlan, Medi, Jusman dan Misdar yang memiliki tanah tersebut, sesuai dengan persyaratan, sehingga saya menerimanya dan menggarap lahan tersebut,” paparnya.

“Jadi kalau mereka menuntut saya tuntutan mereka itu salah alamat, karena bukan saya mengklaim tanah mereka tetapi 4 orang itu,” tegas Doni.(wk1/mlo)


Pos terkait