247 warga Bandar Dalam jadi Korban Mensos

  • Whatsapp
Berbagai kebutuhan pokok yang menumpuk di rumah pemilik E-Warung Kampung Bandar Dalam

Medialampung.co.id – 247 Masyarakat Kampung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Waykanan menjadi korban pertama rencana pendataan ulang penerima bansos yang dilakukan oleh kementerian sosial RI, saat 247 KMP tersebut akan mencairkan bantuan dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di E-Warung Kampung Bandar Dalam dari 250, ternyata rekening mereka kosong  (Nol Rupiah *red),  dan hanya 3 KPM yang berisi.

TKSK Kecamatan Negeri Agung, Dayat yang dikonfirmasi Medialampung membenarkan hal itu.

Bacaan Lainnya

“Memang betul, ada pengurangan dari Kemensos dari 3000 lebih KPM yang ada di Negeri Agung, akan dikurangi sebanyak 500 KPM, jadi hanya 2600 saja yang dapat untuk Kecamatan Negeri Agung, bisa jadi saldo yang kosong itu ada yang sudah meninggal, ada yang salah NIK, namun kami akan menindaklanjuti problem ini bagi yang bermasalah dan kepada masing-masing KPM BPNT kami harap untuk bersabar,” tegas Dayat

Terpisah, Pardi, SH., MM., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Way Kanan juga membenarkan keterangan TKSK Kecamatan Negeri Agung tersebut. 

“Memang benar banyak pengurangan dari Kemensos, kami Dinas Sosial cuma menerima data dari pusat, namun untuk Saldo KPM BPNT yang Kosong coba cek dulu data bayar nya dengan TKSK nya, kalo data bayar nya ada nanti tinggal di urus di Bank, tapi kalo di cek data bayarnya tidak ada, berarti sudah dihapus oleh Kemensos dan kalau memang itu yang terjadi maka besar kemungkinan memang  tidak dapat lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut salah satu sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, semua penerima yang tercantum di KPM Kampung Bandar dalam belum ada yang meninggal atau pindah alamat, sehingga alasan tersebut menjadi hal yang tidak akurat.

“Kalau yang saya ketahui, semua KPM di Kampung Bandar Dalam masih hidup dan tidak berpindah domisili, yang lebih aneh lagi, kok dari 250 KPM Kampung Bandar Dalam, hanya 3 orang yang menerima, dan 247 yang tidak menerima, artinya semua masyarakat Bandar Dalam sudah sejahtera semua, karena tidak lagi menerima BPNT,” ujarnya.

Terpisah, Amirudin, Pemilik E-Warung tempat KPM menggunakan Kartu rekeningnya untuk menerima Bantuan, mengaku sangat menyayangkan kejadian itu, karena ia terpaksa harus mengembalikan beras, telur, buah dan semua sembako yang telah ia pesan untuk memenuhi kebutuhan KPM di kampung Bandar Dalam.(wk1/mlo)




Pos terkait