25 Hektare Tanaman Padi di Krui Selatan Terdampak Banjir Rob

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sekitar 25 hektare tanaman padi di Pekon Sukajadi Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), kembali terendam luapan banjir rob (air laut). Sehingga, kondisi itu dikhawatirkan oleh petani, karena tanaman padi yang terendam banjir rob itu bisa terancam mati.

Peratin Pekon Sukajadi, Bazargan, mengatakan kondisi tanaman padi di lahan persawahan di Pekon setempat kembali terkena banjir rob akibat luapan air laut dari muara sungai sejak beberapa hari terakhir, dan hingga kini tanaman padi warga itu masih terendam banjir. Karena itu, kondisi tersebut akan berdampak pada tanaman padi.

Bacaan Lainnya

“Luapan air laut hingga ke lahan persawahan warga yang ada di Pekon Sukajadi ini terjadi setiap tahun, dan hingga kini belum ada penanganan serius dari Pemkab setempat,” katanya.

Dijelaskannya, seperti yang terjadi saat ini ada sekitar 25 hektar tanaman padi yang terendam banjir rob. Jika genangan banjir itu tidak kunjung surut, maka tanaman padi akan mati, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya banyak tanaman padi warga mati dan gagal panen karena dampak dari banjir rob itu.

“Kita setiap tahun memang kerap mengkhawatirkan terhadap kondisi lahan persawahan warga yang sering terdampak banjir rob, sehingga ini harus menjadi perhatian Pemkab agar kedepan tidak lagi terjadi luapan air laut ke lahan sawah warga itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan, Gunawan, S.P., mendampingi Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pesbar Ir.M.Aziz, mengatakan bahwa kondisi lahan sawah yang ada di Pekon Sukajadi itu memang kerap dilanda banjir rob, dan dalam penanganannya tentu bukan dari Distan setempat, melainkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Terlebih banjir rob itu juga akibat dari luapan air laut dari muara sungai yang ada di wilayah itu.

“Kita tetap akan berkoordinasi dengan satker terkait, dan untuk penanganan terhadap tanaman padi yang terdampak banjir rob itu, Distan Pesbar akan mengusulkan untuk bantuan benih cadangan daerah,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait