32 Klub Berlaga di Peratin Cup Pekon Sukapura

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, SUMBERJAYA – Pergelaran turnamen sepakbola Peratin Cup 2019, Pekon Sukapura, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dimulai, Dan dibuka langsung oleh Peratin Setiawati.

Pada turnamen tahun ini diikuti 32 klub dari Lima Pekon dan Satu yang Kelurahan tersebar dikecamatan setempat.

Bacaan Lainnya



Setiawati, menegaskan, turnamen itu dilaksanakan sebagai wadah mempererat tali silaturahmi antar pekon dan kelurahan di Kecamatan Sumberjaya khususnya. Serta sarana latih kemampuan (sparing) antar klub olahraga si kulit bundar yang diminati bukan hanya kaum milenial saja, tapi hampir merata disemua usia.

Peratin Pekon Sukapura Setiawati saat potong pita dibukanya turnamen Sepakbola Peratin Cup Pekon Sukapura

Pada kesempatan itu Setiawati menegaskan bahwa, jika kegiatan ini dapat disajikan dengan sukses, dari awal hingga akhir turnamen, maka pihaknya merencanakan tahun depan akan memperluas cakupan peserta lomba. “Kalau turnamen ini sukses, tidak menutup kemungkinan tahun depan kita akan menyelenggarakan turnamen ini dengan skala lebih besar yakni wilayah Daerah Pilih (Dapil) IV, meliputi Kecamatan Sumberjaya, Kebuntebu, Gedungsurian dan Airhitam, bahkan jika memungkinkan termasuk kecamatan tetangga seperti Waytenong dan Pagardewa,” jelasnya.

Karena itu pihaknya, meminta kepada panitia agar menujunjung tinggi profesionalisme dan sportifitas, sehingga dari event itu juga mampu menetaskan atlet, atau klub yang mampu bersaing di-level yang lebih tinggi. “Hadirnya para pemain hebat, klub hebat, banyak yang berawal dari kegiatan seperti ini ditingkat masyarakat. Karena itu mari kita jadikan turnamen ini sebagai langkah awal mencapai sepak bolah Kecamatan Sumberjaya lebih hebat,” sebutnya.

Sementara dikatakan Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Kasi Pemberdayaan Yeti Ariyanti, pada turnamen itu ada beberapa persyaratan tambahan diterapkan, seperti klub diperbolehkan menggunakan pemain Naturalisasi, tapi tidak boleh keluar dari Kabupaten Lambar. Artinya masih merupakan masyarakat Lambar.

Hal itu diterapkan, tujuannya sebagaimana diungkapkan Setiawati untuk menjaring bakat putra asli lambar yang pandai dibidang olahraga itu. “Kalau hanya main mungkin semua tau dan bisa, tapi yang hebat mungkin tidak semuanya, karena itu kita berharap akan muncul pemain hebat di turnamen ini,” tandasnya. (rin/mlo)



Pos terkait