40 Personel Polres Lamteng Ikuti Donor Darah

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Poliklinik Polres Lampung Tengah melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah, Sabtu (11/4). Darah yang disumbangkan juga guna menjaga ketersediaan di PMI Lamteng.

Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma, mengatakan, kegiatan ini disambut baik personel polres. “Banyak personel Polres Lamteng yang mendonorkan darahnya. Namun, ada beberapa di antaranya tidak bisa mendonorkan darah. Ini karena setelah dilakukan pengecekan tim medis, kondisi kesehatannya tidak mendukung. HB dan darahnya tinggi,” katanya.

Bacaan Lainnya



Kegiatan donor darah ini, kata Made, diikuti 40 personel Polres Lamteng. “Ada 40-an personel yang ikut donor darah. Yakni 7 perwira dan 33 bintara. Donor darah ini merupakan kegiatan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan darah,” ujarnya.

Kegiatan donor darah ini, kata Made, juga berkaitan dengan kegiatan kepolisian dalam hal ini Polres Lamteng melaksanakan Operasi Aman Nusa 2020. “Yakni berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1127/KEP./2020 tanggal 7 April 2020 tentang Pelaksanaan Donor Darah. Saya berharap donor darah oleh personel dapat membantu mengisi stok darah yang ada di PMI Lamteng. Tentunya darah ini bisa digunakan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Donor darah dipimpin dr. Easy Orient Dewantari dari PMI Lamteng bersama sepuluh tenaga medis serta tim dari Poliklinik Polres Lamteng Paurkes Diah Lukmana Sari, Amd.Keb. dan dr. King Caesar Marspratama. “Donor darah sangat besar manfaatnya untuk menjaga kesehatan tubuh. Diantaranya sel-sel darah merah yang lama tergantikan dengan sel-sel darah baru dan secara berkala pendonor darah akan baik kesehatannya. Secara tidak langsung pendonor juga bisa mengecek kesehatannya dalam mengantisipasi terindikasinya infeksi Hepatitis B dan C, HIV, serta Sipilis). Kondisi tubuh pendonor juga akan lebih sehat dan bugar bila rutin secara berkala per tiga bulan sekali donor darah,” kata dr. Easy Orient Dewantari. (rls/sya/mlo)



Pos terkait