5.557 KPM di Lambar Menunggu Bantuan yang Tak Pasti

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – 5.557 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 131 pekon dan Lima Kelurahan di Kabupaten Lampung Barat yang telah masuk dalam data calon penerima Bantuan Langsung Tunai Kementerian Sosial (BLT-Kemensos), tengah menunggu kepastian realisasi yang hingga kini belum juga ada kepastian.

Seperti diketahui, sebagian besar peratin di Lambar sudah terlanjur untuk  tidak mengakomodir mereka sebagai calon penerima BLT Dana Desa, lantaran akan menerima  BLT Kemensos. Namun hingga saat ini, BLT Kemensos tersebut tidak kunjung terealisasi , tak pelak peratin  menjadi bulan-bulanan masyarakat yang mempertanyakan realiasinya.

Bacaan Lainnya



Kabid  Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Lambar Sopan Sopian, membenarkan bahwa jumlah calon penerima BLT Kemensos di Lambar sebanyak 7.854 KPM da  beberapa waktu  lalu telah terealisasi sebanyak 2.2897 KPM tersebar di lima kelurahan.

”Iya, sesuai data dari Kemensos calon penerima itu 7.854 dan baru terealisasi sebanyak 2.297 untuk  KPM di lima kelurahan, dan itu juga baru sebagian masih ada yang belum,” ungkap Sopan Sopian.

Pihaknya memaklumi kegelisahan yang dialami oleh para peratin saat ini, namun persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Lambar melainkan terjadi di seluruh kabupaten/kota bahkan se-Indonesia. Sehingga  pihaknya mengimbau kepada peratin atau kepada para calon penerima untuk tetap bersabar.

”Kami juga belum bisa memberikan kepastian soal bantuan tersebut, hanya saja kami akan terus melakukan koordinasi dengan  pihak Kemensos, semoga apa yang didengungkan sebelumnya bisa segera direalisasikan, dan kami paham apa yang dirasakan oleh peratin, bahkan beberapa waktu lalu sejumlah peratin datang ke Dinsos dan menanyakan perihal itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kemensos RI menyalurkan BLT dengan  besaran Rp600 ribu perbulan,  selama tiga bulan untuk April, Mei dan Juni.  Berdasarkan data tersebut, peratin tidak mengakomodir dalam penyaluran BLT DD, sehingga saat ini nasib para KPM yang seyogyanya mendapatkan bantuan ditengah pandemi Covid-19 tersebut saat ini tidak ada kejelasan. (nop/mlo)



Pos terkait