504 Napi dan Pegawai Lapas Waykanan Ikuti Doa Bersama

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, namun berdampak pula bagi narapidana yang sedang menjalani hukuman di dalam lapas bahkan ada banyak warga binaan di beberapa lapas/rutan yang sudah tertular.

Menyikapi hal tersebut, Lapas Waykanan mengadakan kegiatan Doa Bersama dari dari Masjid, Pura dan Gereja di area Lapas, 504 Napi dan Pegawai ikut mendoakan agar Indonesia Bebas Corona.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Kepala Lapas Kelas IIB Waykanan, Syarpani saat memimpin Istighosah bersama Ust. Imam Maksum di Masjid AT-Taubah Lapas Waykanan, Selasa (13/7).

“Pagi ini, Dari Masjid AT-Taubah, Pura Sudha Citta dan Kamar Gereja Lapas Waykanan, 504 Narapidana mendoakan Indonesia Bebas Covid-19, Kami turut prihatin seiring meningkatnya Angka Terpapar Covid-19 secara nasional. Alhamdulillah Lapas Waykanan sampai saat ini tidak ada Penghuni yang terpapar dan kami senantiasa menerapkan Prokes keluar masuk pegawai dan barang titipan,” ujar Syarpani.

Lebih jauh Syarpani menyampaikan pelaksanaan doa bersama tersebut merupakan perintah Kepala Divisi Pemasyarakatan Lampung, Faried Junaidi dan dilakukan serentak di lapas dan rutan se-Provinsi Lampung dengan maksimal napi 10 orang di tempat ibadah dan sisanya di kamar masing- masing, guna menghindari kerumunan dan memenuhi standar prokes. 

“Kegiatan ini atas perintah Kadivpas Lampung serentak di lapas rutan Lampung, dengan maksimal 10 Napi di tempat ibadah, sisanya di kamar masing masing”, tutup Syarpani.

Sementara itu, IM (35), Napi Kasus perlindungan Anak menyampaikan bahwa dengan kegiatan doa bersama semoga Covid-19 cepat berlalu dari Bumi Indonesia yang digelar di Lapas Waykanan tersebut sangat penting artinya bagi mereka yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas, dan keluarganya di rumah, karena selama pandemi, penghuni lapas tidak diperkenankan menerima kunjungan keluarga dan atau pihak manapun. 

“Kami sudah sangat rindu ketemu keluarga karena selama Pandemi, kunjungan keluarga ditiadakan di Lapas Waykanan, tetapi kami juga cukup mengerti karena kebijakan itu diberikan untuk kebaikan kami yang sekarang masih dilapasa dan juga untuk kesehatan keluarga kami yang di luar,” ujar IM pasrah.

Diterangkan, pasca dikeluarkannya surat edaran Bupati Waykanan tentang PKPM, selain lapas pasar-pasar tradisional juga ditutup, namun tidak demikian dengan toko waralaba seperti Indomaret dan Alfamart yang tetap bebas buka sehingga tentu saja hal itu menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat.

“Kami dagang di pasar dilarang, tetapi mengapa waralaba tetap buka, padahal kalau penumpukan pasti lebih banyak disana mestinya Alfamart dan Indomaret juga ditutup,” ujar Joko, Pedagang Kaki lima di Kecamatan Blambangan Umpu.(sah/mlo)


Pos terkait