73 CPNS Waykanan Terima SK

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – 73 orang CPNS yang mengisi formasi di Kabupaten Waykanan, menerima Surat Keputusan Kepegawaian.

Penyerahan SK tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Waykanan H. Raden Adipati Surya, S.H., M.M di gedung serba guna Ramik Ragom Komplek Perkantoran Pemkab Waykanan, Senin (18/1).

Bacaan Lainnya


Pada kesempatan itu, Bupati yang kembali akan dilantik untuk jabatan kedua kalinya tersebut Bupati Kabupaten Waykanan mengharapkan kepada seluruh CPNS yang telah menerima Surat Keputusan untuk disiplin dan menjalankan fungsinya dengan baik.

“Saya harapkan kepada seluruh CPNS yang hadir di sini untuk tetap disiplin. Karena disiplin itulah yang akan menentukan kinerja kita kedepannya,” pesan Adipati.

“Mau kalian berasal dari manapun, saya harap kalian mau mengikuti peraturan yang berlaku di Kabupaten Waykanan ini.  Saya juga berharap bagi kalian semua, jangan baru satu tahun kalian minta pindah, Syukurilah dan bekerjalah dengan baik., Kepuasan ASN itu, tergantung dari masyarakat Jadi, kalau masyarakatnya puas dengan kinerja kita, maka sudah dapat dipastikan bahwa kita telah bekerja dengan maksimal Jangan malas tetap disiplin,” lanjutnya.

Adipati juga berpesan pada para CPNS yang menerima SK untuk bersyukur karena telah terpilih untuk menjalankan amanat sebagai ASN.

“Kalian juga tahu bahwa ada banyak orang yang menginginkan posisi kalian. Itulah mengapa kalian harus bangga dan mensyukuri apa yang telah kalian capai sekarang,” kata Adipati.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Waykanan Saipul, S.Sos., M.IP., menjelaskan dari 81 formasi yang dibutuhkan, hanya terisi 73 formasi saja. 

“Pemkab Waykanan membuka 81 formasi pada tahun 2019 lalu. Tapi memang ada 8 formasi yang tidak terpenuhi sehingga hanya terisi 73 formasi saja,” jelasnya.

Terpisah, masyarakat Waykanan mengharapkan Pemerintah dapat mengajukan penerimaan dokter hewan pada penerimaan CPNS yang akan datang, karena dari 15 Kecamatan yang ada di Waykanan, saat ini hanya terdapat seorang dokter hewan, itu pun tenaga honorer dari pusat bukan daerah.

“Kalau dilihat dari populasi ternak yang ada di Waykanan, baik Sapi, Kerbau dan Kambing, ataupun ternak lain dokter hewan menjadi kebutuhan yang sangat esensi apalagi memang masyarakat Waykanan ini 80 % masyarakatnya petani dimana biasanya petani petani itu juga memelihara ternak baik itu milik sendiri maupun memelihara milik orang lain dengan sistem Gaduh, dan dengan hanya memiliki seorang dokter hewan untuk mengawasi 15 Kecamatan pasti jauh dari efisien,” tegas Supriadi, peternak dari kampung Karang Umpu.(wk1/mlo)


Pos terkait