8 Tahun Menanti, Begini Perjuangan Citra Klaim Medali Perak Olimpiade 2012

  • Whatsapp
Citra, lifter angkat besi bersama pengurus Olimpiade Ling Ling saat diterima menteri pemberdayaan perempuan saat memperjuangkan haknya - Foto dok

Medialampung.co.id – Keberhasilan Citra Febriyanti (32) meraih haknya sebagai peraih medali perak Olimpiade London 2012 membutuhkan waktu dan perjuangan yang panjang.

Delapan tahun, harapan tersebut baru terwujud. Itupun setelah melalui proses berliku yang mewarnai perjuangan lifter angkat besi dari padepokan Gajah Lampung Pringsewu tersebut.

Bacaan Lainnya


Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang belum stabil serta dampak patah tulang lumbal yang hingga kini masih dirasakan, tak menyurutkan langkahnya.

Awalnya dia juga bingung harus ke mana dan bagaimana. Terlebih setelah tak juga kunjung ada keputusan mengenai nasib prestasi yang diraihnya.

“Tak kenal lelah terus berupaya ,meski dengan segala keterbatasan,” aku Citra pada wartawan.

Termasuk pada 14 November lalu, bersama suami dan dua anak yang masih kecil nekat berangkat ke Jakarta. “Mana saya buta kondisi Jakarta,” ungkapnya.

“Berangkat naik bus, berbekal penunjuk elektronik melalui hp menuju ke beberapa tempat,” tambahnya.

Pertama ke PB PABBSI ia diberi informasi bila apa yang dia torehkan tahun 2012 lalu sedang diproses. “Bahkan katanya harus menunggu mungkin sampai 12 tahun,” ujar Citra.

Namun ia tak berputus asa. Dia kemudian menuju ke pengurus Olimpiade masih di Jakarta. Sementara suami dan anaknya yang masih kecil menunggu di parkiran, Citra berupaya bertemu pengurus. Namun juga tak berhasil bertemu ketuanya. 

“Sampai berupaya ke ketuanya namun juga tak berhasil bertemu,” bebernya dengan nada sedih. Untungnya salah satu pengurus Cik Ling Ling yang kemudian menyarankannya untuk menghubungi KOI.

“Saya berterima kasih sekali sama Cik Ling-ling karena mau bantu saya saat saya Luntang Lantung di Jakarta gak ada keluarga… Untung ketemu sama Cik Ling-ling,” terangnya. Bahkan berkat Cik Ling Ling juga ia berhasil bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan.

“Anak saya yang masih kecil sempat di gendong gendong Bu Menteri yang juga ikut prihatin,Sedih banget saya kenapa nasib nya susah banget.” akunya.

“Sedangkan ketika bertemu pengurus KOI yang diterima pak Wijaya setelah mendengar kronologis dari saya langsung menghubungi PB PABBSI,” lanjut Citra. 

Sore itu juga surat dari PB PABBSI di tunggu oleh KOI untuk di teruskan ke IOC. “KOI menunggu sore itu juga sekitar Jam Lima surat dari PB PABBSI di terima dan di teruskan ke IOC,” jelasnya. 

Berkat kegigihannya meski harus bersabar sampai Delapan tahun prestasi yang diraihnya secara resmi diakui. Menyusul adanya surat dari IOC tertanggal 19 November 2020 yang ditandatangani Kit McConnell sport directory James M. Noc Relation and Olympic Solidarity Director. (Sag/mlo)




Pos terkait