98 Santri Ponpes Gontor Tiba di Bandarlampung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – 98 santri dari pondok pesantren Gontor Modern, Ponorogo, Jawa Timur tiba di Terminal Rajabasa Kota Bandarlampung pada Rabu (6/5) sore.

Sebelum memasuki Kota Bandarlampung, Rombongan pondok pesantren Gontor ini terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di checkpoint yang ada di Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Bacaan Lainnya



Kepala Terminal Rajabasa Tipe A Deni Widjan, SH, mengatakan, rombongan 98 santri dari pondok pesantren Gontor modern Ponorogo Jawa Timur tersebut, sudah dibekali surat keterangan sehat dari tenaga medis serta surat dari kepolisian untuk pemulangan para santri.

“Kedatangan 98 santri dan 4 orang pembimbing yang menumpang  ini kita terima dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Widjan.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung dalam hal ini adalah Puskesmas setempat yang sudah siap memeriksa seluruh santri untuk kemudian didata.

“Dalam aturan pusat, ada beberapa kriteria orang yang dibolehkan untuk mudik, seperti orang yang bekerja di ketahanan dan pangan, ekonomi serta penanganan Covid-19, itu ada deskripsi khusus dari kepolisian untuk melakukan perjalanan keluar daerah,” tambahnya.

Yang kedua pasien yang sangat membutuhkan pertolongan medis itu juga akan diberikan kemudahan untuk melintas keluar daerah.

Kemudian yang ketiga kepentingan mendesak, itu bisa untuk melakukan perjalanan keluar daerah dengan ketentuan mempunyai surat keterangan dari RT dan dari kepolisian setempat.

“Dan yang terakhir menurut Deni pemulangan santri, santriwati atau WNI ke daerah asal, ini juga yang termasuk kriteria yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan keluar daerah apabila memang sangat mendesak,” jelasnya.

Sementara itu, Eni, orang tua salah satu santri asal Gisting Tanggamus menjelaskan jika anaknya sudah 4 tahun tidak pulang selama menempuh pendidikan di Pesantren Gontor Modern.

“Mendengar adanya kabar hari ini pulang kami sangat senang, sebelumnya ada kekhawatiran kalau anak saya tidak bisa pulang, meskipun sudah mendapatkan keterangan sehat, kami tetap akan menjalankan protokol kesehatan, dan mengisolasi anak kami di rumah selama 14 hari kedepan,” tandasnya.

Selanjutnya Ketua Ikatan Pondok Pesantren Modern cabang Lampung Mulyanto, mengatakan, karena memang tahap belajar para santri sudah selesai maka para santri dipulangkan.

Untuk prosedur dan mekanismenya mereka sudah mengurus dari awal, dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Polres Ponorogo dan di check point pelabuhan Merak mereka semua sudah berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dan di periksa suhu tubuh seluruh santri dan pendamping.

“Alhamdulillah, tidak mengalami kendala yang menghambat perjalanan kami pulang ke Lampung,” pungkasnya.(*/mlo)



Pos terkait