99 Pasien Baru Covid-19 Berasal dari 12 Kabupaten/Kota 

Medialampung.co.id – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Dr. dr. Hj Reihana, M.Kes., menjelaskan terkait dengan penambahan pasien konfirmasi Covid-19 di Provinsi Lampung  sebanyak 99 kasus sehingga kini totalnya menjadi 2.350 kasus, Selasa (10/11).

Penambahan 99 kasus tersebut tersebar di 12 Kabupaten/Kota di Lampung. Diantaranya berasal dari Bandarlampung 47 orang, Lampung Selatan 14 orang, Lampung Timur lima orang, Metro 10 orang, Tulangbawang Barat dua orang, Mesuji dua orang, Tanggamus tiga orang, Pringsewu tuga orang, Pesawaran lima orang, Pesisir Barat satu orang, Lampung Tengah satu orang dan Waykanan enam orang.

Bacaan Lainnya


“Dari 99 kasus baru ini, ada 28 orang yang bergejala dan 71 orang diantaranya tidak memiliki gejala,” kata Reihana.

Lanjutnya, dari 99 kasus konfirmasi merupakan hasil tracing 53 kasus, kasus baru 46 kasus, isolasi mandiri  71 kasus, dirawat  28 kasus.

“Selesai isolasi  penambahan 23 orang terdiri dari Kota Bandarlampung 17 orang, Kabupaten Tanggamus tiga orang, Tulangbawang Barat dua orang, Lampung Tengah satu orang.

Kemudian Pasien yang meninggal dunia juga bertambah 4 orang terdiri dari Kota Bandarlampung tiga orang, Tulangbawang  Barat satu orang, Sehingga totalnya menjadi 107 kasus,” Tambahnya.

Rinciannya, Pasien 2.275, laki-laki 55 tahun alamat Bandarlampung, dengan kronologis tanggal 3 November mengeluh lemas, diare, mual, demam, sesak. Kemudian dibawa ke rumah sakit (RS) swasta, rapid test hasil reaktif , dan pengambilan swab-1. terkonfirmasi positif covid-19, dari hasil swab-1 tanggal 6 November.

Pada tanggal 8 November mengalami kecelakaan, dan dibawa ke RS swasta di Bandarlampung. Pukul 23.50 WIB pasien mengalami perburukan, tanggal 9 November pukul 00.30, pasien dinyatakan meninggal dunia. Pemulasaran jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19.

Selanjutnya, pasien 2.276 perempuan 77 tahun alamat Bandarlampung. Tanggal 20 Oktober mengeluh lemas, dan muntah, dibawa ke RS swasta di Bandarlampung dengan komorbid DM, dan stroke, tanggal 26 Oktober dibawa ke RS pemerintah Provinsi Lampung.

Tanggal 6 November dibawa ke RS swasta dilakukan rapid test hasil reaktif, pengambilan swab-1.

“Pada 7 November PUKUL 13,00 pasien mengalami perburukan, pukul 13.40, pasien dinyatakan meninggal dunia terkonfirmasi positif covid-19 dari hasil swab-1 tanggal 9 November. pemulasaran jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19,” tambahnya.

Selanjutnya, pasien 2.277 perempuan 52 tahun alamat Bandarlampung. Pasien kontak dengan anaknya yang datang dari Jakarta, dan adik menantunya dari Tangerang. Tanggal 3 November mengeluh batuk, demam, lemas, pilek, mual. 

Tanggal 6 November dibawa ke RS swasta dirapid test hasil reaktif. Tanggal 7 November dilakukan pengambilan swab-1. 

Tanggal 8 November sekitar pukul 09.30  pasien mengalami perburukan, Pukul 10.00, pasien dinyatakan meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab-1 tanggal 9 November. Pemulasaran jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19.

Lanjutnya, pasien 2.350 perempuan 63 tahun alamat Tulangbawang Barat, merupakan kasus baru datang dari Palembang tanggal 26 Oktober.

Tanggal 28 Oktober mengeluh lemas, diare, mual, demam, sesak, hasil rapid test reaktif. 

“Tanggal 29 Oktober dilakukan swab oleh petugas Rumah Sakit Umum Daerah  Tulangbawang Barat tanggal 3 November pasien sesak dan kondisi memburuk dan meninggal dunia. Terkonfirmasi positif covid-19 dari hasil swab-1 tanggal 9 November dan pemulasaran jenazah biasa karena hasil swab belum keluar,” tutupnya. (ded/mlo)


Pos terkait