Abrasi Danau Ranau Ancam Bangunan Masjid

  • Whatsapp
TERANCAM ABRASI : Tidak adanya talud penahan abrasi membuat bangunan masjid di Pekon Sukabanjar Kecamatan Lumbokseminung, Kabupaten Lampung Barat ini terancam terdampak abrasi - Foto Edi Prasetya

Medialampung.co.id – Selain rusak, tidak adanya talud penahan abrasi di sejumlah titik bibir pantai Danau Ranau, membuat sejumlah pemukiman penduduk dan masjid di Pekon Sukabanjar Kecamatan Lumbokseminung, Kabupaten Lampung Barat terancam terdampak abrasi.

 “Saat ini ada sekitar 3 kilometer talud penahan abrasi yang rusak sehingga mengancam keberadaan bangunan rumah dan masjid, memang menurut masyarakat pembangunan talud ini  tidak tahan lama, sehingga kalau pun ada upaya perbaikan mungkin lebih baik di bangun beronjong agar lebih kuat,” terang Peratin Sukabanjar, Hasimi.

Bacaan Lainnya



Disamping itu, kata dia, dengan membangun beronjong anggaran yang dikeluarkan pemerintah juga tidak akan sia-sia, sebab selama ini selain membangun talud pemkab juga melakukan perbaikan yang tidak berselang lama rusak kembali.

“Ini harapan dan usulan, kalau pun belum dapat terealisasi tahun ini kita berharap ada upaya penanggulangan sementara dari pemkab dengan  memprioritaskan perbaikan di sejumlah titik yang rusak berat,” harapnya.

Seperti diketahui, pembangunan talud penahan abrasi yang masih dibutuhkan di sejumlah titik wilayah pekon di Kecamatan Lumbokseminung tahun ini belum dapat terealisasi. Hal itu lantaran program yang diusulkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui dana alokasi khusus (DAK) tersebut belum bisa direalisasikan.

Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi Erwin Saputra, S.T., mendampingi Kepala BPBD Drs. Gison Sihite, M.M, mengatakan, pembangunan talud penahan abrasi yang dibutuhkan sejumlah pekon tersebut penting guna mengantisipasi dampak abrasi terutama di lokasi pemukiman warga yang dekat dengan bibir pantai.

“Sebelumnya sudah kami ajukan melalui DAK tapi tahun ini masih nihil, program itu memang sudah diprioritaskan untuk mengatasi abrasi terutama di pemukiman yang dekat dengan bibir Danau Ranau,” kata dia.

Kata dia, dari tahun ke tahun ada beberapa titik pembangunan talud yang telah dilakukan, dengan anggaran bersumber dari APBD, namun untuk menyelesaikan pembangunan talud tersebut tidak hanya dapat mengandalkan kekuatan APBD sehingga dibutuhkan bantuan dari pemprov maupun pemerintah pusat.

“Kita berharap persoalan penangan abrasi pantai ini sedikit demi sedikit dapat tertanggulangi, masyarakat tidak perlu khawatir karena ini sudah menjadi prioritas,” kata dia. (edi/lus/mlo)



Pos terkait