Abrasi Pantai di Tenumbang Kian Parah

  • Whatsapp
foto yan/mlo

Medialampung.co.id –  Abrasi pantai yang menggerus dan mengancam lahan milik masyarakat di Pekon Negeri Ratu Tenumbang Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), hingga kini belum ada upaya pemkab setempat untuk menanggulanginya. Bahkan, kondisi abrasi pantai itu kini kian mengkhawatirkan.

Peratin Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Dandes Suveri, mengatakan  abrasi pantai diwilayah itu terjadi saat musim ombak, artinya hanya musiman, meski begitu kondisi itu sangat mengkhawatirkan, karena kondisi gelombang laut cukup tinggi saat musim ombak. Sehingga wajar, jika lahan milik masyarakat setempat terancam akibat terdampak akibat abrasi pantai.

Bacaan Lainnya



“Kondisi itu jika tidak ada penanganan dari Pemerintah dikhawatirkan akan berdampak terhadap lahan warga di sepanjang pinggir pantai ini,” katanya, Senin (11/5).

Pihaknya berharap kedepan sepanjang pinggir pantai yang terdampak abrasi itu segera ditanggulangi. Sehingga, kedepan jika musim gelombang laut tinggi tidak berdampak terhadap lahan warga. Mengingat kini masyarakat pemilik lahan di sepanjang pinggir pantai itu sudah banyak kehilangan lahan karena tergerus abrasi.

“Mudah-mudahan bisa segera ditanggulangi oleh Pemerintah, mengingat kondisi abrasi pantai itu sudah berlangsung cukup lama,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesbar, Syaifullah, S.Pi., mengatakan Pemkab setempat hingga kini belum dapat menanggulangi secara maksimal mengenai persoalan abrasi di sepanjang pantai kabupaten setempat, termasuk salah satunya di wilayah Pekon Negeri Ratu Tenumbang itu.

“Abrasi pantai diwilayah Negeri Ratu Tenumbang itu dipengaruhi oleh aliran sungai Way Mahnai yang ikut menggerus pinggir pantai diwilayah itu,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, saat musim gelombang tinggi di wilayah itu cukup parah terdampak abrasi, terlebih gelombang laut hingga ke lahan dan pemukiman warga. Hingga kini untuk penanganan dan penanggulangan abrasi pantai itu belum ada tindak lanjutnya dari Pemkab Pesbar, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Bahkan sebelumnya BPBD Pesbar telah mengajukan dan mengusulkan penanganan abrasi pantai ke Pemerintah Pusat, karena penanggulangan abrasi pantai membutuhkan anggaran cukup besar.

”Tapi sampai sekarang belum terealisasi, termasuk yang di wilayah Negeri Ratu Tenumbang itu. Meski begitu Pemkab tetap akan mengupayakan agar abrasi pantai bisa ditanggulangi, tandasnya. (yan/d1n/mlo)



Pos terkait