Abrasi Sungai Way Tenumbang Ancam Keselamatan Warga

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat Pekon Sukarame Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), terutama yang tinggal di sepanjang wilayah bantaran sungai Way Tenumbang, minta Pemkab setempat mengupayakan  penanganan abrasi sungai di wilayah itu yang kian mengancam pemukiman warga.

Peratin Pekon Sukarame, M.Aziz, mengatakan kondisi di sepanjang pinggiran sungai Way Tenumbang terutama di wilayah Pemukiman warga, hingga kini sangat mengancam keselamatan masyarakat setempat. Pasalnya, abrasi sungai yang terjadi setiap tahun terus mengikis pinggiran sungai. Bahkan hingga kini sudah ada sekitar dua rumah yang habis tergerus aliran sungai tersebut, terutama saat Sungai Way Tenumbang terjadi banjir.

Bacaan Lainnya

“Selain dua rumah warga yang sudah habis terbawa arus sungai, saat ini juga ada dua rumah warga yang terancam, bahkan sebagian bangunan rumah warga itu sudah rusak akibat tergerus aliran sungai,” katanya, Kamis (19/8).

Ditambahkannya, sebagian bangunan rumah warga yang telah tergerus dan terancam amblas itu sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, karena mengancam keselamatan keluarganya. Meski, sudah mengakibatkan bangunan rumah warga rusak, dan habis terbawa arus sungai. Tapi, sampai kini belum ada penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah. Kondisi abrasi sungai yang mengancam pemukiman penduduk itu sudah cukup lama.

“Bukan hanya itu, abrasi sungai Way Tenumbang juga pernah menggerus badan jalan lintas barat (jalinbar) di titik lokasi jembatan disini,” ungkapnya.

Dijelaskannya, selain abrasi sungai yang sangat mengancam dan dikhawatirkan masyarakat setempat. Setiap tahunnya aliran sungai Way Tenumbang itu juga kerap meluap ketika terjadi banjir, sehingga berdampak pada pemukiman warga dan juga jalinbar tersebut tergenang banjir. Mengenai kondisi tersebut, pihaknya juga sudah beberapa kali mengajukan proposal ke Pemkab setempat agar aliran sungai Way Tenumbang itu mendapat penanganan dari Pemerintah.

“Setidaknya, Pemkab Pesbar bisa memprioritaskan untuk mengajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, agar kondisi abrasi sungai itu secepatnya ditangani karena sudah mendesak,” jelasnya.

Ditambahkannya, masyarakat di wilayah ini sangat berharap abrasi sungai Way Tenumbang segera dilakukan penanganan seperti pembangunan talud maupun penanganan lainnya. Sehingga tidak lagi terjadi abrasi sungai, maupun luapan aliran sungai yang menyebabkan banjir dan mengancam keselamatan warga.

“Ada sekitar satu kilometer di sepanjang aliran sungai Way Tenumbang yang sangat mengancam pemukiman warga, karena itu kita berharap agar segera ditangani oleh Pemerintah,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait