Ada Calon PPK yang Diduga Masuk Parpol di Pesbar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesisir Barat (Pesbar) diduga meloloskan salah satu calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Pesisir Selatan yang diindikasi masuk dalam partai politik (parpol) pada seleksi administrasi hingga mengikuti seleksi tes tertulis dengan sistem CAT belum lama ini.

Adanya dugaan calon PPK yang terlibat parpol itu telah menjadi temuan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Pesisir Selatan.

Bacaan Lainnya



Anggota Panwascam Pesisir Selatan selaku Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Khoirus Sobri, mengatakan dari hasil pengawasan calon PPK Pesisir Selatan terutama yang masuk 10 besar pasca tes tertulis dengan sistem CAT telah ditemukan ada salah satu calon PPK dari Kecamatan Pesisir Selatan yakni atas nama MW yang tercatat sebagai pengurus salah satu parpol di Pesbar dengan jabatan sebagai Bendahara.

Dikatakannya, dengan adanya temuan itu, yang bersangkutan diduga melanggar PKPU No.36/2018 tentang perubahan atas PKPU No.31/2018 tentang pembentukan dan tata kerja panitia pemilihan kecamatan, panitia pemungutan suara dan kelompok penyelenggara pemungutan suara dalam penyelenggaraan pemilihan umum.

“Panwascam setempat juga sudah melaporkan ke Bawaslu Kabupaten Pesbar untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sementara itu, Kordiv Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa, Bawaslu Pesbar, Abd. Kodrat S, S.H, M.H., mengatakan jika memang ada calon PPK yang terindikasi parpol, maka Bawaslu akan segera berkoordinasi dengan KPU Pesbar dalam upaya pencegahan sehingga tidak terjadi pelanggaran.

“Bawaslu Pesbar segera berkoordinasi dengan KPU terkait calon PPK yang diduga terindikasi parpol,” katanya.

Ditempat terpisah, Ketua KPU Pesbar, Marlini, mengatakan hingga kini KPU Pesbar belum mendapat informasi atau laporan secara tertulis terkait adanya dugaan calon PPK dari Kecamatan Pesisir Selatan atas nama MW yang terlibat dalam parpol. Karena itu, jika KPU setempat sudah mendapat laporan tertulis maka akan ditindaklanjuti.

Dijelaskannya, pihaknya belum mengetahui jika ada calon PPK yang terlibat parpol, karena dalam pengecekan administrasi pada aplikasi sistem informasi partai politik (Sipol) itu ada ribuan yang harus dicek di setiap parpol, sehingga tidak maksimal. Kecuali jika ada tanggapan atau laporan dari masyarakat maka pengecekan pada Sipol akan lebih mudah.

“Yang jelas kalau ada laporan secara tertulis terkait calon PPK yang terindikasi parpol, akan kita tindaklanjuti dan klarifikasi, sehingga bisa menjadi pertimbangan saat tahapan tes wawancara calon PPK nanti,” pungkasnya. (yan/d1n/mlo)



Pos terkait