Ada Dugaan Rekayasa, Pengacara Kades Tanjung Baru Bakal Buat Laporan Balik

  • Whatsapp
Rio Saputra dan Peni Wahyudi dari Kantor Hukum Mawardi & Partners

Medialampung.co.id – Kasus yang menjerat Kepala Desa (Kades) Tanjung Baru Kecamatan Merbau Mataram Lampung Selatan, Mad Supi, berbuntut panjang.

Tim kuasa hukum Mad Supi dari Kantor Hukum Mawardi & Partners akan melaporkan balik pengacara pelapor ke Polda Lampung termasuk melapor ke Kapolri terkait penggunaan UU ITE hingga membuat kliennya ditahan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan kuasa hukum pelapor (HS) ke Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bandarlampung. 

“Laporan ke Peradi itu sifatnya konsultasi dulu sebelum yang bersangkutan kami laporkan ke Polda Lampung. Kami hormati kode etik advokat. (Laporan) ini untuk membuktikan dalam perkara ada dugaan rekayasa,” ujar Heri Rio Saputra, salah satu Tim kuasa hukum Mad Supi, dalam rilisnya yang diterima Rabu (3/3).

Rio menjelaskan, ada dugaan rekayasa yang dimulai dari aksi massa di depan rumah kliennya Mad Supi pada 25 November 2020 lalu.

“Pada saat itu pengacara pelapor yang bernama HS itu hadir. Ada saksi dan bukti tentang kehadiran dan keterlibatan rekan HS dalam aksi massa itu. Padahal Aksi itu dilakukan tanpa izin dari Polsek Merbau Mataram dan aksi digelar setelah adanya laporan ke Polda Lampung,” katanya.

Menurut Rio, aksi tersebut diduga direkayasa untuk memenuhi unsur tindak pidana pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No.1/1946 yang dituduhkan kepada kliennya.

Peni Wahyudi, yang juga pengacara dari Kantor Hukum Mawardi & Partners mengatakan, pihaknya memiliki alat bukti yang akurat mengenai kehadiran HS pada aksi massa itu.

“Ada foto dan video kehadiran rekan HS pada aksi massa itu. Dari bukti-bukti itu sebelum lapor ke Polda kami konsultasikan dulu dengan PERADI,” tegas Peni Wahyudi.

Sementara itu, Hanafi Sampurna dari kantor Law Firm Graha Yusticia yang akan dilaporkan ke Peradi Bandarlampung dan Polda Lampung oleh Kantor Mawardi & Partners saat dihubungi via ponselnya mengaku tidak khawatir dengan langkah yang akan dilakukan tim pengacara Mad Supi.

“Hak rekan dari Mawardi & Partners untuk mengambil langkah hukum apa saja, silahkan. Kami tetap menghormati langkah itu,” ujarnya.

Kasus yang menjerat Kades Tanjungbaru bermula dari konten WhatsApp (WA) tentang penjelasan pengunduran Kepala Dusun (Kadus) Amin oleh Kepala Desa Tanjung Baru, Mad Amin.

Penjelasan pengunduran diri Amin sebagai kadus dikirimkan Mad Supi di grup WhatsApp (WAG). Di WAG tersebut, selain surat pengunduran diri juga dijelaskan juga kinerja Armin di grup WA itu.

Dalam kasus ini Polisi menjerat Mad Supi dengan pasal 27 UU ITE. Kejari Lampung Selatan menambah pasal 14 dan langsung menahan Mad Supi.(*/mlo)




Pos terkait