Ada Kasus DBD, Peratin Tigajaya Minta Fogging

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Peratin Pekon Tigajaya, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) Prayitno, berharap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesas Rawat Inap Sekincau melakukan upaya pengasapan (fogging) di pekon setempat.

Sebagai langkah penanganan terkait terjadinya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang warga Pemangku I atas nama Sungkono (45).

Bacaan Lainnya



“Sekarang warga masih resah lantaran terjadi demam berdarah. Dan saat ini pasien sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) setelah dinyatakan positif DBD pemeriksaan secara medisi,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Martalena, S.St., menjelaskan bahwa pihak puskesmas telah melakukan pemeriksaan   lingkungan jarak 200 meter keliling dari rumah pasien (Epidemiologi). Dan hasilnya telah ditemukan jentik nyamuk aedes aegepty.

“Kami juga langsung melakukan penyuluhan tentang tanda dan cara pencehgahan DBD, dan langkah paling tepat untuk pencegahan DBD dengan Tiga M-Plus, Pertama menguras bak mandi atau penampungan air minimal seminggu sekali, kemudian mengubur barang bekas seperti botol sisa obat atau botol  minuman, dan ke Tiga menutup tempat tampungaun air, plus menggunakan lotion anti nyamuk dan menggunakan kelambung,” ajaknya.

Sementara terkait Fogging seperti harapan Peratin Prayitno, untuk kasus DBD yang terjadi di Pekon Tigajaya, belum perlu dilakukan penyemperotan. Dimana sesuai sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) fogging dapat dilaksanakan ketika terjadi kasus DBD lebih dari dua penderita.

“Fogging tidak boleh sembarang dilakukan sebab ada resiko lain yang lebih banyak. Bukan hanya membunuh nyamuk aedes aegepty. Namun makhuk hidup disekeliling temasuk membahayakan manusia disekitarnya,” urainya.

Masih kata Martalena, sejak masuknya musim DBD di Kecamatan Sekincau sudah terjadi kasus DBD Empat kali, pertama Dua kasus di pemangku yang berbeda Pekon Gihamsuka Maju, dan kasus ketiga di Kelurahan Sekincau dan yang baru ini di Pekon Tigajaya.

“Jarak empat DBD ini antara satu sama lainnya dengan jarak waktu yang jauh,” tutupnya. (ius/mlo)



Pos terkait