Ada Pengaturan Lelang, JPU KPK Akan Hadirkan 6 Saksi di Sidang Fee Proyek Lamsel

  • Whatsapp
Foto Dokumentasi Sidang Hermansyah Hamidi dan Syahroni.

Medialampung.co.id – Enam orang saksi akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam persidangan suap fee proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Atas dua terdakwa yakni Hermansyah Hamidi dan Syahroni  pada Rabu (17/3) besok.

Dalam persidangan itu, menurut JPU KPK Taufiq Ibnugroho, bahwa enam orang saksi yang dihadirkan itu merupakan dari Kelompok Kerja (Pokja). Yang dimana mengetahui alur pengaturan lelang.

Bacaan Lainnya


“Untuk saat ini kami masih menghadirkan saksi di seputaran Pokja,” katanya, Selasa (16/3).

Menurut Taufiq -sapaan akrabnya- pihaknya masih akan mengejar keterangan-keterangan dari pihak Pokja. Maupun dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Di Dinas PUPR Lamsel. “Karena keterangan (saksi-saksi) ini akan kami korelasikan mengenai memang benar adanya pengaturan lelang. Dan sejak kapan pengaturan itu terjadi,” kata dia.

Lalu, ditanya siapa saja identitas dan jabatannya para saksi yang akan dihadirkan besok (Rabu). Taufiq pun enggan untuk membeberkannya terlebih dahulu. “Besok saja kita lihat. Yang pasti masih dilingkungan ASN setempat,” jelasnya.

Begitu juga ketika ditanya kapan pihaknya akan memanggil para saksi-saksi kunci. Yang turut serta ikut melakukan pengaturan lelang itu. “Itu (saksi lainnya) nanti. Kita masih fokus untuk menghadirkan saksi dari Pokja terlebih dahulu,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, di sidang lanjutan korupsi fee proyek di Dinas PUPR Kab. Lampung Selatan (Lamsel) pada Rabu (10/3) kemarin. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih mengejar keterangan dari dua saksi, yakni Desi Elmasari sebagai mantan Plt Kasi Perencana di Dinas PUPR dan Adi Supriyadi sebagai Kepala Seksi Rehabilitasi Pembangunan Jalan dan Jembatan di Dinas PUPR Lamsel.

Itu dikarenakan, dua saksi ini lebih menjelaskan ada pemberian upeti fee proyek kepada Hermansyah Hamidi. Dimana Hermansyah sendiri baru menjabat Plt Kadis PUPR Lamsel selama 2 bulan.

“Memang kemarin ada dua saksi yakni Adi Supriyadi dan Desi Elmasari. Mereka memang menerangkan terkait pemberian uang kepada Hermansyah Hamidi di waktu tahun 2016. Dan dari Adi Rp300 juta dan dari Desi Rp700 juta,” kata JPU KPK Taufiq Ibnugroho, pada Jumat (12/3).

Taufiq menambahkan, selain penyerahan uang sebesar Rp1 miliar ke Hermansyah Hamidi karena baru menjabat. Saksi-saksi itu juga menerangkan apabila ada penyerahan uang lagi sebesar Rp4 miliar. “Penyerahan ini dilakukan oleh terdakwa Syahroni. Tetapi kan kita belum tahu uang (Rp4 miliar) ini dari mana (sumbernya),” kata dia.

Untuk itulah pihaknya lebih mengejar keterangan dari dua saksi tersebut. “Karena kan untuk saksi yang lainnya itu hanya menerangkan terkait pengaturan lelang saja,” jelas dia.

Ditanya akan ada berapa saksi lagi yang dihadirkan pada pekan depan. Taufiq menjelaskan ada 6 orang. “Kita masih akan menerangkan pihak dari pokja,” ungkapnya. (mlo/)




Pos terkait