Adi Utama Jawab Tantangan Menuntaskan Target RPJMD

Pj. Sekkab Lambar Adi Utama

Medialampung.co.id – Terwujudnya jalan dengan kondisi mantap pada tahun 2022 mendatang dengan persentase 80,00% kemudian persentase jembatan dengan kondisi mantap 87,22% sesuai target dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lampung Barat tahun 2017-2022 menjadi tantangan tersendiri bagi perangkat daerah, tak terkecuali tantangan bagi pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Adi Utama.

Tantangan ini cukup berat, mengingat pada evaluasi bertepatan dengan ulang tahun bumi beguai jejama sai betik tersebut pada September 2021 lalu, capaian persentase jalan dengan kondisi mantap baru mencapai 63,43% dari dari target 68,00% di tahun 2020, kemudian persentase jembatan dengan kondisi mantap baru 35,86% dari target 35,29% di tahun 2020.

Bacaan Lainnya


Ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/1) Adi Utama yang resmi ditunjuk menjabat Plt. Sekda menggantikan Sekda Definitif Akmal Abdul Nasir, SH., tersebut menegaskan, bahwa Pemkab Lambar optimis target RPJMD tersebut akan tercapai pada tahun 2022 mendatang.

”Seperti kita ketahui, sejak tahun 2020 lalu, anggaran untuk pembangunan infrastruktur baik jalan dan jembatan terus tergerus akibat adanya pandemic Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang membuat rencana pembangunan banyak yang tertunda,” ungkap Adi Utama.

Kendati begitu, ia berkeyakinan target RPJMD akan tetap tercapai pada tahun 2022 mendatang, terlebih dengan adanya pinjaman dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk kegiatan pembangunan sejumlah ruas jalan sebesar Rp78 miliar.

”Adanya PEN tersebut tentunya akan membantu Pemkab Lambar untuk mengejar target RPJMD, sehingga kami sangat optimis khusus untuk target pembangunan infrastruktur jalan akan tercapai pada tahun 2022 ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari tiga misi yang ditetapkan, mulai dari misi dalam mengembangkan wilayah melalui pembangunan infrastruktur secara berkeadilan, dengan memperhatikan aspek mitigasi bencana dan berwawasan lingkungan yang terdiri dari 12 indikator, diketahui hingga tahun 2020 terdapat sembilan indikator yang telah melampaui target RPJMD, namun masih ada catatan dimana ada tiga indikator belum memenuhi target RPJMD yakni Persentase Jalan dengan Kondisi Mantap, Persentase Pemanfaatan Lahan Sesuai RTRW dan Persentase Desa Tangguh Bencana.

Selanjutnya, pada misi capaian kinerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berdaya saing terdapat delapan sasaran dengan 20 indikator dan sampai dengan tahun 2020 terdapat 11 indikator yang telah melampaui target RPJMD, sembilan indikator belum memenuhi target RPJMD, yakni APM SD, APM SMP, APK SMP, HLS, Persentase pengunjung yang menjadi anggota perpustakaan, Pendapatan perkapita, Persentase Cabang Olahraga yang berprestasi, Persentase Pengunjung yang Menjadi Anggota Perpustakaan serta angka Kelahiran Total (%).

Misi selanjutnya, yakni meningkatkan perekonomian yang berorientasi pada agribisnis dan agrowisata berbasis sumberdaya lokal, dari enam sasaran dengan sembilan indikator, dapat disimpulkan bahwa sampai dengan tahun 2020 terdapat delapan indikator yang telah melampaui target RPJMD, satu indikator belum memenuhi target RPJMD, yaitu PDRB subsektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian.

Sementara itu, terkait dengan tiga komitmen pemerintah daerah, mulai dari Pelaksanaan komitmen Kabupaten Konservasi dilaksanakan dengan berpedoman pada rencana kerja per kategori program yaitu 10 program dengan jumlah kategori kegiatan sebanyak 83 kegiatan dan dilaksanakan oleh 16 Perangkat daerah. Yang sudah dilaksanakan 10 kategori program dan 45 kegiatan (54%).

Kemudian, terkait komitmen Kabupaten Literasi Capaian kinerja yang telah diraih hingga tahun 2020 dua Pekon telah memiliki Perpustakaan yang layak yaitu Pekon Padang Tambak dan Pekon Puramekar, terdapat 61 Lamban Baca dan Pojok Baca 454, terdapat juga Inovasi pelayanan mulai dari Pelayanan perpustakaan keliling, Mobil dan 14 Bentor, Gerakan Donasi Buku, Gerakan PM (pagi Membaca) bersama selama 15 Menit, E- Pusda serta Inovasi Penunjang IGA sebanyak 15 inovasi.

Untuk Komitmen Kabupaten Tangguh Bencana Pelaksanaan komitmen tangguh bencana dilakukan dengan merujuk pada 7 parameter dengan 64 indikator dalam Grand Design Kabupaten Tangguh Bencana sebagai tolok ukur penilaian kinerja, dari 64 indikator yang ada, sudah dilaksanakan sebanyak 46 indikator (71,87%) dan 18 indikator belum dilaksanakan. Sedangkan jumlah Pekon tangguh bencana yang sudah terbentuk sebanyak 13 pekon. (nop/mlo)


Pos terkait