Adipati Surya Hadiri Perayaan HUT RWK ke-1

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Guna memastikan warganya yang terpapar Covid-19 baik yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagar Alam (RSUD ZAPA) maupun yang menjalani isolasi mandiri (isoman) telah ditangani dengan baik, Bupati Waykanan Hi. Raden Adipati Surya, SH, MM, hari ini melakukan monitoring dan pemantauan langsung ke RSUD ZAPA dan UPT Puskesmas Blambangan Umpu, serta warga yang melakukan Isoman, sekaligus memberikan support dan Bantuan sembako.

“Maaf saya terlambat tetapi tadi pagi saya sudah konfirmasi dengan Pak Herman kalau saya akan terlambat, karena sedang berkeliling memantau dan memastikan keluarga kita yang Isoman mendapatkan hak mereka serta memastikan apakah pelayanan di Puskesmas dan Rumah Sakit Zapa berjalan baik khususnya dimas Pandemi corona sekarang ini,” ujar Adipati Surya saat menghadiri perayaan HUT ke-1 Radar Waykanan yang jatuh pada hari Rabu (21/7).

Bacaan Lainnya

Adipati juga memberikan apresiasinya atas santunan yang diberikan Radar Waykanan kepada anak yatim dan dhuafa.

“Terima kasih telah membantu Pemkab Waykanan meringankan beban masyarakat, saya berharap kalau Radar Waykanan ini terus dapat bersinergi dengan Pemkab untuk mensejahterakan masyarakat, memberikan berita berita yang mendidik berimbang dan penuh kepastian bukan hoax,” tegas Adipati.

Pada kesempatan yang sama Hi. Soesilo, SH, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Waykanan meminta agar seluruh kru redaksi Radar Waykanan dapat benar benar menjalankan tupoksinya sebagai Wartawan sehingga kedepan Radar Waykanan benar benar dapat menjadi acuan Pemberitaan di Waykanan.

“Dari kacamata kami, Kajari Blambangan Umpu berita-berita yang disajikan oleh RWK (Radar Waykanan *red) sudah cukup berimbang dan membangun, tinggal bagaimana wartawannya berkreasi dalam mengolah data dan fakta menjadi bacaan yang menarik dan nyata bukan sebaliknya, selain itu Radar Waykanan ini begitu nyata karena kantornya dekat dengan Kantor saya dan jelas,” tegas Soesilo.

Pada kesempatan itu pula dengan gayanya yang santai Soesilo juga meminta pengertian Insan Pers kalau terdapat kasus yang mereka tangani agak lambat, hal itu disebabkan oleh kondisi Pandemi corona di Waykanan 

“Jadi kalau ada kasus yang agak lambat, itu bukan berarti tidak kami tangani, namun perlu dipahami saya melarang petugas saya untuk bekerja di Kampung / Kecamatan yang kondisinya Red Zone, dimana Anda ketahui saat ini di Kabupaten Waykanan hampir setiap kampung ada yang terkonfirmasi corona,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Waykanan Hi. Akhmad Basri, S.Pdm, MM, meminta wartawan untuk mempertanyakan anggaran Covid-19 yang telah dikeluarkan Pemkab Waykanan, dan telah didistribusikan untuk apa saja, karena pelayanan terhadap pasien masih sangat buruk.

“Saya tidak akan memberi pengandaian kepada orang lain, tetapi saya sendiri waktu keluarga saya terkena covid dan isoman tidak pernah dikunjungi oleh petugas, padahal di spanduk spanduk dituliskan bila yang isoman, akan mendapatkan penanganan khusus, tetapi kejadiannya justru sebaliknya,” tegas Akman Basri.(sah/mlo)


Pos terkait